Terompet berlafadz Allah yang disita Polres Cilegon

CILEGON – Operasi cipta kondisi yang dilakukan Polres Cilegon mendapati adanya peredaran terompet berlafadz Allah dari tangan dua orang pedagang eceran di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Rabu (30/12/2015). Terompet berlafadz Allah tersebut dijual bercampur dengan terompet jenis lainnya untuk menyemarakkan pesta pergantian tahun.

Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, sebanyak 38 buah terompet erlafadz Allah yang disita pihaknya itu untuk mengantisipasi potensi terjadinya gangguan kondusifitas. “Saat ini terompet sudah kita amankan, dan pedagangnya pun sudah kita mintai keterangan,” ujarnya kepada Radar Banten Online, Rabu (30/12/2015) sore.

Menurut keterangan dari pedagang, yang dikutip Kapolres, barang itu diperoleh dari Serang melalui pedagang lainnya. “Mereka mengaku kurang memperhatikan, hanya menjualnya (terompet) saja,” sambungnya.

Kapolres membeberkan, material terompet berlafadz Allah itu hanya menggunakan kertas karton biasa, bukan menggunakan sampul Alquran seperti yang dikabarkan banyak beredar di sejumlah wilayah. “Bukan pakai sampul Alquran, cuma pakai karton biasa,” tandasnya.

Lebih jauh dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tak mudah terprovokasi terkait dengan adanya peredaran terompet tersebut. (Devi Krisna)