Duh…Halaman Sekolah Longsor, Ratusan Siswa di SD Ini Was-was

Sekolah longsor
Guru SDN Kalanganyar 1, Pandeglang, menunjukkan puing longsor yang belum ditangani, kemarin. (Foto: Iman)

PANDEGLANG – Sebanyak 247 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kalanganyar 1, Kecamatan Pandeglang, selama dua bulan terakhir ini tak serius mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagaimana mestinya. Mereka selalu dihantui rasa was-was, pascalongsor yang terjadi pada halaman sekolah mereka.

Seperti dilansir Harian Radar Banten, longsor yang terjadi pada 16 Desember 2015 lalu mengakibatkan SDN Kalanganyar 1 kini tidak memiliki halaman sekolah dan tembok tiga ruang kelas di sekolah tersebut, yakni kelas I, III, dan VI retak-retak. Sejumlah pemangku kebijakan seperti anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Bagian Sarana Prasarana pada Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pandeglang sudah meninjau kondisi longsor di sekolah tersebut, tetapi mereka sama sekali belum melakukan penanganan. Terbukti dengan dibiarkannya puing-puing bangunan bekas longsoran menggunung di sekolah itu.

Rumiati, guru SDN Kalanganyar 1, menceritakan bahwa pascalongsor seluruh siswanya setiap hari dihantui rasa takut. Tidak lagi ceria seperti para siswa yang bangunan sekolahnya tidak sedang bermasalah. “Apalagi, jika ada hujan deras yang disertai angin kencang. Semua orang yang ada di sekolah takut termasuk para gurunya,” tutur Rumiati kepada Radar Banten, kemarin.

Ia mengatakan, rasa takut para guru dengan kondisi sekolah yang saat ini terjadi sangat beralasan. Sebab, tanah terus mengalami ambles. Khususnya, di halaman sekolah yang sebelumnya terkena longsor. “Tebing longsor ke bangunan sekolah, kini tinggal satu meter lagi. Kami berharap segera ada penanganan karena khawatir longsor susulan terjadi,” kata Rumiati.

Kepala SDN 1 Kalanganyar Ita Mulyawati mengaku sudah melaporkan musibah yang dialami sekolahnya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang, tetapi belum juga ada tindak lanjut. “Hampir semua pemilik kebijakan sudah kami beritahu. Termasuk anggota Dewan dan anggota BPBD, tapi sampai sekarang juga belum ada penanganan. Bahkan, proposal usulannya juga sudah disampaikan,” katanya.

Ita berharap, longsor yang terjadi di sekolahnya segera ditindaklanjuti. “Ini kan bencana, masa tidak ada dana talangan? Jika terus dibiarkan, besar kemungkinan longsor susulan bakal terjadi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Pendas) Dindikbud Kabupaten Pandeglang Maman Abdurahman yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, tidak memiliki anggaran untuk menangani masalah tersebut. Apalagi, harus membuat tembok penahan tanah (TPT) di sepanjang halaman sekolah yang longsor.

“Saat ini tidak ada (dana) untuk pembangunan TPT atau pagar. Namun, kami sudah menyarankan kepada pihak sekolah untuk melaporkan kepada BPBD karena kerusakan tersebut disebabkan oleh bencana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan mengaku, belum lama menerima laporan musibah longsor yang terjadi di sekitar lingkungan SDN Kalanganyar 1. Namun, ia berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut ke Provinsi Banten. “Kita juga baru kemarin menerima proposal bantuan pembangunan TPT. Rencananya, besok (hari ini-red) akan dibawa ke BPBD provinsi,” katanya.

Doni menjelaskan, terkait teknis penanganan, sepenuhnya kewenangan provinsi apakah nanti akan diserahkan ke Dindikbud Pandeglang, atau dilaksanakan langsung oleh BPBD provinsi. “Soal teknis bukan kewenangan kita,” tegas Doni yang dihubungi melalui telepon seluler. (RB/mg03-zis/dwi)