Duh Labil, Baru Nikah Minta Pisah

Apa yang dialami Lasmi (28) nama samaran, sangat menggelitik dan memalukan. Dinikahi pacarnya, sebut saja Bobi (28), setelah lulus SMA, rumah tangga mereka hanya bertahan dua minggu. Bobi berubah pikiran dan menginginkan cerai. Astaga, ini nikah kok kayak main-main.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Petir, Lasmi siang itu sedang tiduran menikmati angin persawahan di depan warung milik ibunya. Saat diajak mengobrol, ternyata Lasmi janda kembang. Curhatannya pun berlangsung seru dan menggelitik.

Diceritakan Lasmi, hubungannya dengan Bobi sudah berlangsung sejak kelas satu SMA. Mereka pacaran seperti kebanyakan remaja seusianya di sekolah, setiap hari pulang pergi berdua, bahkan setiap malam minggu Bobi rutin apel ke rumah Lasmi. “Sudah kenal dekat sama orangtua dan keluarga,” kata Lasmi.

Lasmi mengaku, Bobi termasuk lelaki baik. Sikapnya sopan dan ramah. Meski agak bandel selama di sekolah, namun Bobi termasuk siswa pintar dan berprestasi di bidang olahraga. Badannya kekar dan berkulit hitam. “Dia tuh kayak Dilan tapi versi Petir,” kata Lasmi sambil ketawa.

Lasmi sendiri wanita baik. Meski tidak terlalu cantik, namun ia memiliki bodi aduhai. Penampilannya juga terlihat menarik dengan pakaian modis. Tapi, Lasmi mengaku, termasuk wanita yang males dandan. “Dandan cuma kalau mau kondangan doang saya mah,” katanya.

Selama masa pacaran, Lasmi mengaku, sempat hampir kebablasan dengan Bobi. Tapi beruntung ia bisa mengendalikan keadaan, Bobi pun mampu mengontrol diri. Setelah kejadian itu, Lasmi sempat marah dan menjauhi Bobi. Mereka ribut dan hampir putus. “Saya bilang saja, kalau mau serius, ya nikahin saya,” ancam Lasmi.

Menanggapi ancaman Lasmi, Bobi pun sebagai lelaki merasa tertantang. Lewat pesan singkat, ia menyanggupi tantangan Lasmi dengan berjanji akan segera menikahi. “Saya juga awalnya enggak nyangka, eh ternyata, seminggu setelah kelulusan, dia ngelamar saya,” curhat Lasmi.

Bobi dengan gagah berani membawa keluarganya ke rumah Lasmi. Karena kedua orangtua menyetujui niat baik kedua anak mereka, pernikahan Bobi dan Lasmi pun berlangsung sebulan kemudian. Pesta pernikahan digelar meriah dan besar-besaran. “Guru-guru pada enggak nyangka kita nikah secepat itu,” kata Lasmi.

Mengawali rumah tangga, mereka tinggal di rumah mempelai wanita. Bobi diterima dengan baik oleh keluarga Lasmi. Hubungan mereka harmonis dan bahagia. Tapi, Lasmi justru merasa aneh dengan sikap Bobi yang banyak diam dan kaku. “Dia enggak kayak biasanya, kayak banyak yang dipikirin gitu,” katanya.

Bahkan, ketika Lasmi meminta jatah malam pertama pun, Bobi tidak menanggapi dan memilih minum kopi sendirian di depan rumah. Hubungan mereka tidak seharmonis saat masa pacaran. “Padahal pas di pelaminan mah dia senang banget,” katanya.

Dua minggu kemudian, Bobi pamit pulang ke rumah orangtua. Sejak itu, Bobi tidak pernah kembali. Tiga hari kemudian Lasmi datang menemui, tapi Bobi mengurung diri di kamar. Lasmi pun kaget saat diberitahu ibu mertuanya kalau Bobi ingin cerai. “Duh, Kang. Nyesek banget, dicerain tanpa salah apa-apa,” keluhnya.

Kedua orangtua mereka pun tidak bisa berbuat banyak. Bobi yang masih labil, tidak mau meneruskan rumah tangganya bersama Lasmi. Sebulan kemudian mereka pun resmi bercerai. “Waktu itu saya cuma bisa pasrah, nasib sial dapet pacar labil kayak dia,” katanya.

Ya ampun, sabar ya Teh Lasmi. Semoga dapat suami baru yang enggak labil dan serius. Amin. (mg06/zee/ags)