Duh, Muda-mudi Kedapatan Mesum di Bedengan Jombang

Mesum
Petugas gabungan merazia kos-kosan di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Rabu (2/3/2016). Saat razia, petugas juga menggrebek muda-mudi yang diduga sedang mesum. (Foto: Doni Kurniawan)

JOMBANG – Petugas gabungan Trantib Kelurahan Masigit, Trantib Kecamatan Jombang, Kodim, dan Polres Cilegon melakukan operasi yustisi di tiga bedengan di Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit. Ketiga bedengan tersebut merupakan Bedeng Bintang Paviliun, Agung Jaya, dan Tera.

Dilansir dari Harian Radar Banten, petugas memulai operasi sekira pukul 10.30 WIB dari Bedeng Bintang Paviliun, berlanjut ke Bedeng Agung Jaya lalu ke Bedeng Tera. Satu per satu kamar kontrakan didatangi sambil memeriksa identitas. Sebanyak 26 penghuni kontrakan yang tidak bisa menunjukkan KTP Cilegon diamankan KTP-nya untuk dibawa ke kelurahan.

Saat operasi, di Bedeng Bintang Paviliun, di Lingkungan Jombang Kali, petugas memergoki tiga kamar kontrakan diduga dilakukan untuk berbuat mesum. Kamar pertama ditemukan perempuan dalam keadaan memakai baju dan selimut bersama seorang laki-laki mengenakan celana pendek dan tidak memakai baju.

Di kamar kedua ditemukan dua orang perempuan dan enam laki-laki dalam kondisi baru bangun tidur. Sedangkan satu kamar lain ditemukan pasangan perempuan dan laki-laki bukan suami istri, tetapi sudah berpakaian rapi.

Kasi Trantib Kelurahan Masigit Indra Kurniawan mengatakan, malam hari sebelum melakukan operasi, ia telah memantau pada tiga bedeng tersebut. Kata dia, kamar yang ada delapan orang di dalamnya sejak malam memang sudah ramai dan terdengar musik cukup keras. “Sepertinya mereka habis pesta miras (minuman keras), soalnya ada beberapa botol kosong yang kami lihat di kamar,” katanya, Rabu (2/3/2016).

Diungkapkan Indra, untuk dua pasangan lain yang bukan suami istri, ia menduga sedang melakukan perbuatan mesum. Kata dia, tidak mungkin pasangan bukan suami istri dalam satu kamar tidak melakukan apa-apa. “Kami menduga pasangan pertama sepertinya sedang melakukan mesum tapi kerena kita datang mereka langsung memakai baju, sedangkan yang satunya sepertinya sudah selesai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Indra menuturkan, penghuni kontrakan yang terjaring saat itu merupakan orang-orang baru yang belum lama menempati bedengan. Kata Indra, semua yang terjaring dalam operasi diimbau untuk melapor ke RT RW setempat dan kelurahan. “Untuk mereka yang akan tinggal lama harus membuat KTP Cilegon, kalau hanya sebentar harus punya surat domisili,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, salah satu pasangan mesum, Guswina Lita, membantah dirinya melakukan perbuatan mesum di kontrakannya. Dia mengklaim tidak melakukan apa-apa dan sedang mengobrol saja di kamar. “Kami enggak ngapa-ngapain kok, kita pacaran dan cuma ngobrol saja,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang yang kepergok berada di dalam kamar delapan orang yang enggan disebut namanya mengaku sedang kumpul-kumpul saja. “Kami lagi kumpul saja, lagi main di kontrakan teman,” ujarnya singkat. (RB/mg01/ibm/ags)