Duh, Penambangan Pasir Liar Cimampang Dibekingi Oknum Warga

0
192
penambangan pasir laut liar
Dua orang warga sedang melakukan aktivitas penambangan pasir laut liar di pesisir pantai di Kecamatan Panggarangan, kemarin. (Foto: Yudha)

PANGGARANGAN – Kegiatan penambangan pasir liar di pesisir Pantai Cimampang, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, ternyata dikoordinasi oleh sejumlah oknum warga. Setiap kendaraan yang mengangkut hasil galian pasir laut, oleh oknum yang dikoordinatori Abn dipungut uang sebesar Rp15 ribu hingga Rp10 ribu untuk sekali angkut. “Ya, untuk mobil truk dipinta Rp15 ribu, sedangkan mobil pikap Rp10 ribu untuk sekali angkut,” kata seorang penambang pasir liar yang minta namanya dirahasiakan kepada Harian Radar Banten, kemarin.

Ia mengungkapkan, oleh Abn kegiatan muat penambangan pasir dibagi beberapa kelompok. Dalam satu hari, lanjut dia, satu kelompok bisa lima hingga sepuluh kali mengangkut hasil galian pasir. Alasan adanya pungutan itu, terang dia, untuk biaya koordinasi dan pengamanan kepada sejumlah pihak karena kegiatan penambangan tidak berizin. “Katanya, koordinator uang pungutan angkutan itu untuk koordinasi pengamanan agar kegiatan bisa tetap berjalan,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Panggarangan Inspektur Polisi Satu (Iptu) Aan Suhanda mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki pungutan liar tersebut. Ia mengklaim, sudah memperingatkan para penambang pasir agar menghentikan kegiatannya karena tidak mengantongi izin. “Kita sudah datangi lokasi penambangan dan para penambang sudah kita beri peringatan. Jika masih membandel, kita akan ambil tindakan tegas,” tegas Aan seraya berjanji untuk memanggil Abn yang disebut-sebut sebagai koordinator penambangan pasir liar. (RB/duy/sr/dwi)