Duh, Rumah Janda Miskin Hancur Ditabrak Truk Pasir

0
292
Kecelakaan
Anak-anak Kampung Cihareno, Desa Jati Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, bermain sambil hujan-hujanan di depan rumah Encuk yang roboh, Selasa (22/3/2016). (Foto: Mastur)

RANGKASBITUNG – Nasib buruk Encuk seakan lengkap. Warga Kampung Cihareno, Desa Jati Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, ini merupakan janda miskin, dan Selasa (22/3/2016) sekira pukul 12.30 WIB, rumahnya roboh akibat ditabrak sebuah truk pengangkut pasir. Tidak ada korban dalam insiden ini. Korban rugi materi sekira Rp20 juta.

Pantauan Harian Radar Banten sekira pukul 15.00 WIB, rumah dengan dinding bilik bambu milik Encuk itu telah hancur. Peralatan rumah tangganya masih dibiarkan berserakan. Namun, truk yang melanggar rumah tidak layak huni itu sudah tidak tampak.

Fitri, anak pertama Encuk, menjelaskan bahwa ketika kecelakaan terjadi, Encuk tidak berada di rumah. Janda miskin dengan tiga anak itu sedang keliling kampung menjajakan sayur. Sementara, dua adiknya bermain di rumah Fitri yang berjarak sekira 15 meter dari rumah Encuk.

Fitri mengungkapkan, sopir truk pengangkut pasir yang menabrak rumah orangtuanya bernama Fahri. Sebelum merobohkan rumah Encuk, truk itu masuk Kampung Cihareno dan hendak parkir di depan rumah Fitri. Namun, Fahri diduga malah menginjak pedal gas. Fahri panik dan rumah Encuk roboh.

“Peralatan rumah tangga seperti lemari, televisi, piring, dan yang lainnya semua rusak. Kami minta ganti rugi kepada sopir truk. Minimal, membantu kami membangun kembali rumah,” tukas Fitri.

Tuntutan keluarga Encuk itu sepertinya bakal dipenuhi oleh Fahri. Sopir truk itu telah menyatakan kesalahan dan sanggup bertanggung jawab di hadapan anggota Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan aparat Desa Jati Mulya.

“Kami enggak punya apa-apa lagi. Sehari-hari, ibu saya hanya jualan sayur, hasilnya hanya cukup untuk makan,” tutur Fitri.

Warga Kampung Cihareno bernama Sunarya mengaku kaget dengan insiden itu. Dia tidak menyangka jika rumah Encuk yang terletak di pinggir jalan desa itu akan roboh ditabrak truk pengangkut pasir. “Para tetangga belum merapikan rumah dan perabotannya, masih hujan. Encuk ngungsi ke rumah anaknya, Fitri,” kata Sunarya. (RB/tur/don/ags)