Duh, Jalan Rangkong Rusak Lagi

Jalan Rusak
Salah satu titik kerusakan di jalan Kampung Rangkong, Desa Aweh, Sabtu (16/1/2016). Jalan ini baru rampung dibangun tujuh bulan lalu. (Foto: Ence)

RANGKASBITUNG – Pengerjaan proyek peningkatan jalan di Kampung Rangkong, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, terkesan asal-asalan. Jalan yang selesai dibangun pada Juni 2015 itu kembali rusak. Di beberapa titik, badan jalan telah berlubang.

“Belum sampai setahun, kondisi jalan sudah rusak lagi,” tukas Roni, warga Kampung Rangkong, Sabtu (16/1/2016). “Jika setiap pembangunan jalan terus dilakukan di tempat yang sama, merugikan uang negara,” lanjutnya.

Roni menuturkan bahwa jalan di perdesaan masih banyak yang rusak. Masalah ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah dengan membangun jalan yang berkualitas dan lebih memadai. “Jika setiap tahun, jalan rusak karena ada mark up, permasalahan seperti ini tidak bisa terselesaikan,” tandasnya.

Senada dikatakan Dede, warga Desa Aweh. “Jalan baru dibangun sudah banyak yang rusak. Kami sudah mengingatkan supaya jalan diperbaiki dengan benar sehingga tidak terjadi kesalahan,” katanya.

Dede mengatakan, sejak awal pengerjaan proyek peningkatan jalan di Kampung Rangkong, permukaan jalan sudah terlihat bergelombang. Ketebalan hotmix-nya tidak rata dan terlihat sangat tipis. “Jadi, wajar jika baru beberapa bulan dibangun, jalan ini kembali rusak. Selaku masyarakat, saya sangat berharap agar jalan ini kembali diperbaiki sebelum rusak parah,” ujar Dede.

Terkait permasalahan ini, Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto menyatakan, pihaknya akan menegur pelaksana proyek. “Sebelum pelaksana atau kontraktornya memperbaiki jalan itu, kami tidak akan cairkan anggaran pemeliharannya,” tegas Wawan. (RB/nce/don/ags)