Duka di Awal Tahun, Lima Tewas Tenggelam

0
826 views

SERANG – Memasuki awal tahun 2017, sejumlah kecelakaan laut terjadi di Banten. Wisatawan dari berbagai daerah yang membanjiri lokasi wisata pantai terseret ombak hingga tewas.

Di Kabupaten Serang, pengunjung yang bernama Sukma, asal Kampung Sadik, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, tewas digulung ombak di Pantai Bulakan, Kecamatan Cinangka, Minggu (1/1) pukul 08.30 WIB. Mahasiswa ini tenggelam setelah bermain dengan delapan rekannya di pantai untuk merayakan tahun baru. Jasad Sukma baru ditemukan pada Senin (2/1) sore sekira 500 meter dari tempat kejadian.

“Korban ditemukan oleh keluarganya yang ikut pencarian. Korban dievakuasi ke Puskesmas Cinangka sebelum dibawa ke klinik Marbella Hotel untuk penanganan medis,” kata Kepala Sub Bidang (Kasubid) Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Hotman Siregar melalui sambungan telepon seluler, Senin (2/1).

Kata Hotman, awalnya korban bersama kedelapan rekannya dari Serang menuju Pantai Bulakan untuk merayakan malam Tahun Baru 2017 menggunakan sepeda motor, Minggu (1/1) pukul 02.00 WIB dan tiba pukul 04.30 WIB. Sekira pukul 07.30 WIB, korban berenang bersama rekannya. Saat itu, korban berusaha menolong salah satu rekannya, Irul yang terbawa ombak. Nahas, saat korban sudah memegang tangan Irul untuk menolong, malah balik tenggelam. Sukma terbawa arus, sementara Irul ditolong penyewa banana boat yang kebetulan berada di pantai.

Di Kabupaten Lebak, wisatawan asal Tangerang dan Bogor tenggelam di Pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Minggu (1/1) pukul 09.30 WIB. Satu korban ditemukan tewas, sedangkan satu orang lagi hingga kemarin sore belum ditemukan.

Pada Minggu pagi, wisatawan asal Bogor berenang terlalu ke tengah dan terseret ombak, yaitu Dion bin Udit (18) dan Awal bin Jajat (15). Wisatawan asal Tangerang Indra Purnama dan Hakiki yang sedang berenang di Pantai Bagedur kemudian menolong Dion dan Awal. Indra dan Hakiki hanya berhasil menyelamatkan Awal. Indra berupaya menolong Dion, tetapi nahas Indra terseret arus dan jasadnya baru ditemukan pada Senin (2/1) pukul 10.30 di Kampung Cipager, Desa Pondokpanjang, Kecamatan Cihara. Lokasi penemuan kurang lebih lima kilometer dari lokasi kejadian.

Kapolsek Malingping Komisaris Polisi (Kompol) Zulfakar mengatakan, setelah menerima laporan, Polsek Malingping langsung ke lokasi. Kapolsek bersama tim SAR BPBD, anggota TNI, lifeguard Pantai Bagedur, dan masyarakat melakukan pencarian dan menemukan korban atas nama Indra pada Senin siang di wilayah pantai di Cihara.

“Satu orang korban sudah berhasil kita temukan, yaitu Indra Purnama. Dia yang berusaha menolong Dion (korban yang belum ditemukan-red),” kata Zulfakar kepada Radar Banten, kemarin.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, relawan siaga bencana, polisi, TNI, dan lifeguard di wilayah Lebak Selatan bahu-membahu mencari korban. Bahkan, lifeguard dari Sawarna juga ikut bergabung mencari korban tenggelam yang belum ditemukan. “Korban sudah kita ingatkan supaya tidak berenang ke tengah. Tapi, mereka membandel dan akhirnya terseret arus laut,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Desa Sawarna Lili Suheli mengatakan bahwa pada Sabtu (31/12/2016) pagi, tiga orang wisatawan asal Bekasi terseret arus laut di Pantai Sawarna. Ketiganya ialah Riko (18), Ardi (20), dan Pendi (20). Ketiga wisatawan tersebut diselamatkan lifeguard Pantai Sawarna yang mengawasi pengunjung yang berenang di pantai. Kondisi Riko sempat kritis dan harus mendapatkan perawatan dari tim medis.

Kepala Koordinator Basarnas Pos Sar Banten Hairoe Amir Abyan mengatakan, banyak wisatawan yang terseret ombak lantaran tidak mengindahkan imbauan bahwa cuaca di Banten sedang tidak bersahabat karena tinggi gelombang mencapai empat meter. “Banyak wisatawan yang terseret ombak, tetapi berhasil diselamatkan untuk wilayah Pandeglang,” katanya, kemarin.

Sementara itu, Plt Ketua Balawisata Banten Ade Ervin mengatakan, ada 165 kasus kecelakaan laut terjadi sejak 24 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017. Dari jumlah kasus tersebut, lima orang di antaranya meninggal dunia. “Yang meninggal itu di Pantai Batu Saung, Bulakan, Carita, dan Bagedur,” katanya. (Mastur-Nizar S-Adib F-Rozak/Radar Banten)