Dukun Palsu Hipnotis Pembantu, Harta Majikan Disikat

0
999 views

TANGERANG – Seorang pembantu rumah tangga (PRT) berinisial WS yang bekerja di sebuah rumah mewah di Kompleks BPI, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangtengah, diduga menjadi korban hipnotis. Pelakunya adalah AP (50), seorang dukun palsu.

Pelaku berhasil menggasak harta benda senilai total Rp400 juta milik Peter Adi Surya yang tak lain majikan korban. Waka Polres Metro Tangerang, AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, dukun palsu itu beraksi dengan modus terbilang unik.

Pelaku menjalankan aksinya pada Selasa 13 Desember 2016 lalu. Saat itu, pelaku bersama rekannya berinisial IL, mendatangi rumah milik Peter. Saat itu, rumah tersebut hanya dijaga oleh korban. Kepada korban, AP mengaku sebagai dukun yang bisa menyembuhkan penyakit akibat guna-guna alias santet.

”Jadi pelaku menakut-nakuti bahwa korban sedang terkena santet,” ujar Erwin Kurniawan kepada wartawan, di halaman Mapolres Metro Tangerang, Kamis (2/2).

Korban pun langsung ketakutan setelah mendengar ucapan pelaku tersebut. Pelaku kemudian memberikan solusi, bila santet yang dialami korban, bisa disembuhkan jika korban mengambil barang berharga milik majikannya dan menyerahkan kepada pelaku.

Lantaran panik dan diduga dipengaruhi hipnotis oleh pelaku, korban pun menuruti saja permintaan pelaku. Korban pun kemudian mengambil dua buah jam tangan mewah serta uang sebanyak 11.600 dollar Amerika dan 3.000 dolar Singapura.

Setelah si PRT menyerahkan uang dan jam tangan mewah tersebut, pelaku langsung melarikan diri. Untungnya, aksi pelaku terekam CCTV di rumah tersebut. Dari rekaman CCTV, kedua pelaku menggunakan mobil Suzuki Ertiga Nopol B 1571 TIC. Selain itu, nomor telepon pelaku yang masih tersimpan di ponsel korban pun menjadi petunjuk polisi untuk melakukan pengejaran.

”Jadi pelaku sempat menelpon korban sebelum menjalankan aksinya. Nah, dari rekaman CCTV dan nomor telepon tersebut, petugas melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil meringkus satu pelaku AP,” beber Erwin.

Sementara rekannya IL masih diburu oleh Tim Buser Polsek Ciledug. Atas perbuatannya, AP dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Hendra S/Radar Banten)