Dukung Calon Antikorupsi, Hashim: Gerindra Harus Melakukan Perubahan

0
84

SERANG – Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim S Djojohadikusumo menegaskan, dua kriteria utama dalam mendukung calon kepala daerah-wakil kepala daerah di Pilkada 2020. Dua kriteria itu adalah bersih dari korupsi dan setia pada Pancasila.

Hal itu diungkapkan Hashim saat membuka diskusi publik DPD Partai Gerindra Provinsi Banten tentang mencari sosok kepala daerah yang sesuai dengan aspirasi publik, di Graha Mahesa, Kota Serang, Minggu (9/2).

Menurut Hashim, penjaringan calon kepala daerah-wakil kepala daerah di Partai Gerindra tidak terlalu ketat, cukup dua kriteria itu yang dijadikan dasar bagi pengurus daerah dalam mendukung dan mengusung pasangan calon di Pilkada 2020.

“Kita harus dukung calon yang bersih dari korupsi karena korupsi sama berbahayanya dengan virus corona,” ungkapnya.

Adik kandung Prabowo Subianto itu melanjutkan, sikap antikorupsi, merupakan visi penting yang harus dijaga. Sebab, Partai Gerindra didirikan 12 tahun lalu, cita-citanya untuk melakukan perubahan dan pemberantasan praktik korupsi.       

“Dalam hal memilih calon, Gerindra harus tegas. Kita lebih baik mendukung calon yang bakal kalah tapi bersih dari korupsi, daripada menang tapi mendukung calon yang tidak pro terhadap pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Komitmen Gerindra terhadap pemberantasan korupsi, lanjut Hashim, terbukti dalam pelaporan keuangan partai. Di mana Gerindra selama lima tahun berturut-turut menjadi partai terbersih dan paling transparan di Indonesia. “Ini sesuai dengan visi misi dan tujuan Partai Gerindra dibentuk 12 tahun lalu,” urainya.

Berikutnya kriteria yang kedua, mendukung calon yang setia terhadap Pancasila. Dengan komitmen itu, calon kepala daerah-wakil kepala daerah yang diusung Gerindra diharapkan bisa memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI. “Saat ini, ancaman paling nyata yang bisa merusak keutuhan NKRI adalah maraknya intoleransi. Kita butuh kepala daerah-wakil kepala daerah yang bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Dua kriteria itu, lanjut Hashim, harus menjadi pedoman bagi Gerindra dalam mendukung calon kepala daerah-wakil kepala daerah di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangsel, dan Kota Cilegon. “Kami ucapkan terima kasih kepada para bakal calon yang hadir dalam kegiatan diskusi publik ini. Karena Gerindra ingin melakukan perubahan di Banten,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Hashim menuturkan, dua kriteria itu akan disampaikan ke semua pengurus Gerindra di daerah yang akan menggelar Pilkada 2020. “Saya akan keliling Indonesia menyampaikan amanat ini dan di Banten saya menyampaikannya pertama kali,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa mengungkapkan, diskusi publik merupakan bagian dari rangkaian proses penjaringan calon kepala daerah-wakil kepala daerah. “Ini tahapan publik terbuka, selanjutnya masuk tahapan survei terhadap bakal calon. Tahapan akhir adalah memanggil para bakal calon yang layak didukung Gerindra sesuai hasil survei,” ungkap Desmond didampingi Sekjen DPD Gerindra Banten Andra Soni usai acara pembukaan diskusi.

Layak itu, lanjut Desmond, adalah yang diinginkan masyarakat dan memenuhi dua kriteria yang disyaratkan Partai Gerindra. “Kriteria yang disampaikan Pak Hashim merupakan visi-misi Gerindra, kami tidak ingin Gerindra mendukung calon yang tidak diinginkan masyarakat,” tegasnya.

Terkait sosok petahana, Desmond tidak memberikan jaminan mendapat dukungan Gerindra. “Tergantung apakah petahana masih diinginkan masyarakat atau tidak. Makanya, kami melakukan survei dulu,” ujarnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk kader internal Gerindra. Menurut Desmond, akan banyak pertimbangan sebelum Gerindra menentukan pilihan calon. “Kami memang menginginkan kader internal maju, tapi kami akan rasional apakah kader Gerindra layak jual atau tidak. Layak sebagai calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah. Semua nanti kita lihat hasil surveinya seperti apa,” pungkasnya. (den/air/ira)