CILEGON – Minimnya ketersediaan lahan pertanian di Cilegon tidak menjadi kendala bagi Kodim 0623 Cilegon untuk dapat meningkatkan produksi pertanian dan penghasilan petani.

Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Deddy Suryadi mengaku optimistis kondisi itu tidak menjadi hambatan bagi pihaknya untuk membantu mensukseskan program pemerintah untuk swasembada pangan pada tiga tahun ke depan. “Untuk mensukseskan program itu, kita melakukan pendampingan kepada petani. Saat ini baru tiga Kecamatan, yaitu Cibeber, Citangkil, dan Ciwandan. Kita menggali informasi dari petani apa saja yang menjadi kendala mereka selama ini dan kita akan bantu mencarikan solusinya,” ungkap Dandim, Selasa (6/1/2015).

Saat ini, jelas Dandim, selain ketersediaan lahan, petani juga mengeluhkan tentang minimnya ketersediaan pupuk. “Untuk persoalan lahan itu kita sudah membangun kerjasama dengan KS (Krakatau Steel-red) untuk pemanfaatan lahan tidur milik KS seluas 34 hektare agar dapat dimanfaatkan petani. Sedangkan untuk persoalan pupuk itu kita akan menggali informasi dulu tentang alur pendistribusiannya hingga ke tangan petani. Dengan adanya pendampingan ini kita harapkan hasil produksi panen petani yang selama ini dalam kisaran 6 ton per hektare setiap kali panen, dapat kita tingkatkan menjadi 8 ton per hektare,” jelasnya.

Sementara itu, Sukamdi (60) salah seorang petani dari Gapoktan Ketan Mas, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon mengaku sangat terbantu dengan adanya program pendampingan itu. “Kalau ada pendampingan kita juga kan enak, petani nantinya juga tidak perlu khawatir lagi seperti lahan atau juga pupuk. Semoga pendampingan ini dapat membantu persoalan kita selama ini,” katanya. (Devi Krisna)