Dulu Kumuh, Kini Penuhi Kriteria Lomba

0
299 views

GUNUNGSARI – Jauh berbeda. Lingkungan RW 001, Kampung Kupahandap, Desa Tamiang, Kecamatan Gunungsari, tak lagi kumuh. Kini, bersih dan indah. Siap dinilai oleh tim juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020.

Perubahan kampung ini terjadi setelah warganya bergotong royong sejak September lalu. Setiap hari -siang dan malam-, bapak-bapak, pemuda, dan ibu-ibu silih berganti menata atau membenahi lingkungan kampungnya.

Kepala Desa Tamiang Muntomi mengatakan, penataan lingkungan RW 001 sudah memasuki tahap penyempurnaan. Semua rencana warga, mulai dari pemagaran, membuat taman dan menghias pos ronda, sudah dilaksanakan. ”Kita siap dinilai, enggak sabar nih nunggu juri,” kata Muntomi kepada Radar Banten, Senin (2/11).

Ada beberapa fase sebelum RW 001 menjadi tidak kumuh. Dijelaskan Muntomi, pada fase pertama warga fokus pada kebersihan kampung. Sampah plastik dan sampah lainnya yang berserakan dibersihkan. Rumput liar pun dibabat.

”Sebelumnya mah kumuh, banyak sampah,” ungkapnya.

Setelah bersih, fase kedua adalah membuat gapura di bagian depan kampung. Kemudian, jalan di kampung ini, dari gapura hingga perkampungan warga, dirapikan dengan pagar dari bambu.

Lalu, lanjut Muntomi, warga RW 001 membuat sebuah taman. Di bagian tengah kampung, warga menyebutnya sebagai Taman Pengantin. Lengkap dengan tanaman bunga dan spot foto.

”Pekan ini, di fase akhir, pemuda sudah membuat tempat mencuci tangan, pagar bambu di bagian dalam kampung, terowongan bambu, dan penambahan hiasan di spot foto taman bunga. Dinamakan Taman Pengantin karena spot fotonya seperti pelaminan,” jelas Muntomi.

Ketua Pemuda RW 001 Andri menambahkan bahwa kelompok pemuda penggerak lingkungan dan kelompok sadar hukum di kampungnya telah disahkan oleh Kepala Desa Tamiang.

”Termasuk kelengkapan alat keamanan di pos ronda juga sudah beres semua,” kata Andri.

Lantaran itu, sambung Andri, warga tengah bersiap menunggu kedatangan tim juri LKBA yang akan melakukan penilain tahap pertama, dimulai 4 November ini.

Ia memastikan, perawatan hasil penataan bakal gencar dilakukan warga, seperti menyapu halaman setiap hari dan menyiram tanaman. ”Kami sudah siap dinilai, yakin pasti juara,“ pungkas Andri. (mg06/don)