Dulu Memang Pembantu, Sekarang Sih Istri Muda

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Mengangkat Pembantu yang Muda

Pepatah bilang, cinta berawal dari mata turun ke hati. Pada kasus Sobri (35) dan selingkuhannya Sinta (21), cinta berawal dari hubungan pembantu dan majikan naik menjadi suami istri. Jalinan asmara pasangan yang kabarnya telah resmi menikah pada 2014 ini, telah memakan korban perasaan. Tentu saja, si korban adalah mantan istri resmi Sobri, sebut saja Nindi (29).

Nindi kini berstatus janda anak satu. Tapi jangan khawatir, Nindi sebentar lagi menikah karena telah dipinang duda asal Lebak. “Saya sudah tidak terlalu gondok dengan rumah tangga dulu. Yakini saja apa yang terjadi ada hikmahnya,” kata warga Serang ini.

Lalu apa hikmahnya Jeng? Menurut Nindi, jangan pernah rekrut pembantu cantik. “Selain itu, jangan biarkan suami sering berduaan dengan pembantu. Haram,” kata Nindi dengan nada geram.

Hihihi, ngakunya sudah tidak gondok tapi marahnya masih kelihatan. Nindi pun menceritakan bagaimana cinta segitiga antara pembantu dan majikan ini terjadi. Bermula dari Nindi meminta agen pencari pembantu untuk mencarikan satu asisten rumah tangga. Didapatlah Sinta, seorang pembantu asal Pandeglang.

“Di Pandeglang ada daerah pertanian tadah hujan, di sana warganya kesulitan ekonomi. Keluarga Sinta salah satunya, makanya dia melamar ke agen pembantu untuk dicarikan majikan,” kata Nindi.

Pasangan Sobri dan Nindi merekrut Sinta pada pertengahan 2012. Awalnya Nindi menyangka Sinta masih kecil dan perawan, nyatanya dia adalah janda anak satu. “Saat saya wawancara, dia mengaku pernah menikah sirih tapi ditinggalkan suaminya ketika mengandung. Selama dua tahun, si suami tidak pernah memberi kabar. Makanya dia anggap sudah cerai,” jelasnya.

Tutur kata Sinta lembut dan sopan, namun saat bekerja dia sigap dan cekatan. Nindi menyukai cara kerja Sinta, dia sangat terbantu dengan keberadaan asisten barunya itu. “Apalagi waktu itu saya sedang hamil, saya sedang rewel-rewelnya apalagi kalau ngidam. Sinta tahu betul apa yang saya butuhkan di saat-saat tertentu. Itu karena dia sendiri pernah hamil, jadi tahu rasanya ibu hamil seperti apa,” tutur Nindi.

Sinta dalam waktu singkat berhasil mendapat kepercayaan penuh dari Nindi. Bahkan sang majikan telah menganggap pembantunya layak adik sendiri. Karena itulah, Nindi tidak pernah memberikan batasan jika Sinta sedang dekat dengan Sobri. Maksud dekat di sini, jika Sinta menemani Sobri beli buah-buahan atau belanja ke pasar.

“Waktu hamil, saya memang banyak permintaan. Misalnya, ingin makan semur ati ayam, atau rujak pedas, dan lain-lain. Makanya, Sobri dan Sinta sering belanja bareng ke pasar atau toko. Saya tidak curiga apa pun saat itu,” terang Nindi.

2. Berawal dari Kebersamaan

Selain sering belanja bersama, Sobri juga sering antar Sinta pulang kampung di akhir bulan. Pada kontrak kerja Sinta, ia memang meminta jatah libur sebulan sekali. “Setiap kali pulang kampung, Sinta diantar Sobri sampai Pandeglang. Saya juga tidak pernah curiga, sebab saya percaya kepada mereka,” ujar Nindi.

Sobri, kata Nindi, tidak jauh berbeda dengan Sinta dalam hal tutur kata. Mantan suaminya ini jika berbicara lembut, bertutur, juga ahli menahan amarah. Sehingga ketika ia melihat Sobri berbicara lembut kepada Sinta, Nindi tidak mempermasalahkan. Padahal di balik kelembutan kata-kata Sobri, tersimpan rasa cinta yang tertahan.

Lalu kapan Nindi menyadari ada cinta di balik hubungan pembantu dan majikan itu. Menurutnya, ketika dirinya telah menjalani proses kelahiran. Insting wanitanya kembali normal setelah si jabang bayi keluar dari perutnya. Ia melihat cara bicara dan tatapan Sobri kepada Sinta bukan layaknya majikan kepada pembantu. “Saya tahu Sobri itu lembut, tapi kok sampai cara melihatnya juga lembut,” ujarnya.

Bukti otentik perselingkuhan Sobri lalu terkuak di awal 2014. Secarik surat jual beli emas, tepatnya cincin emas, terselip pada dompet Sobri. Kening Nindi mengkerut melihat surat itu, sebab ia tidak menerima hadiah cincin emas dari Sobri. Di sisi lain, Nindi melihat sebuah cincin emas menyangkut di jari manis Sinta.

Nindi mulai curiga, ini mendorongnya untuk menyelidiki hubungan Sobri dan Sinta. Ia mulai pasang mata dan telinga, meminta tetangga dan beberapa pedagang di pasar untuk memata-matai Sobri dan Sinta.

Hasilnya cukup jitu, Nindi mendapat laporan jika Sobri pernah memberikan pakaian dalam untuk Sinta. Laporan lain dari tetangga sebelah, melihat Sobri jalan mesra di mal sambil belanja buah-buahan. Oke, belanja buah-buahan tidak masuk dalam kriteria mencurigakan. Namun pada fakta lain terkait Sobri belikan pakaian dalam, itu baru mencurigakan. “Ketika saya dapat informasi Sobri belikan pakaian dalam, saya langsung mengerti jika hubungan mereka sudah dalam,” jelasnya.

Nindi lalu menginterogasi Sinta, sang pembantu terdesak dan akhirnya mengakui perselingkuhannya dengan Sobri. Pengakuan Nindi semakin membuatnya kalap, dia mengamuk meminta penjelasan kepada Sobri.

Pertengkaran hebat terjadi, Sobri habis dimaki-maki Nindi. Dalam pertengkaran itu, semua rahasia hubungan Sobri dan Sinta terkuak. Sampai pada rahasia tentang Sobri yang telah melamar Sinta untuk menjadi istri muda. Ow ow ow, sampai sejauh itu hubungan mereka.

Merasa terkhianati orang-orang yang paling dipercaya, Nindi angkat kaki dari rumah itu. Ia membawa barang dan anak semata wayang ke rumah orang tua. “Lalu saya datang ke Pengadilan Agama untuk menggugat cerai. Pihak pengadilan mengabulkan gugatan saya. Itu juga karena Sobri tidak pernah memenuhi panggilan pihak pengadilan,” katanya.

Pernikahan Sobri dan Sinta, berlangsung dua hari setelah putusan pengadilan agama keluar. Meskipun tidak pernah hadir di pengadilan agama, namun Sobri memantau perkembangan gugatan cerai Nindi. “Saya yakin Sobri pantau gugatan saya. Sebab baru beberapa hari putusan keluar, dia langsung menikah. Tapi biarlah, itu masa lalu. Sekarang saya mau menikah lagi. Nanti saya akan sewa pembantu tua, biar aman,” katanya. (RB/quy/zee)