DUO Maia merilis album baru: Berdua. Tak mengikuti selera pasar, Maia Estianty dan Mey Chan merasa lebih bebas mengekspresikan ide-ide kreatifnya.

“Spesifikasi lagu baru kami ini berbeda dari sebelumnya. Kami tidak mau mengikuti selera pasar,” ujar Maia di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2014), seperti diberitakan jpnn.com hari ini.

Sebagian lagu merupakan hits lawas yang dibawakan secara akustik. Sebut saja Malu Tapi Mau, Rindu Kamu, dan Cuma Gombal. “Intervensi berkarya tidak ada, makanya ini salah satu kepuasan dari saya yang telah melalang buana dari satu label ke beberapa label. Sekarang saya merasa menemukan
kebebasan dalam berkarya,” katanya.

“Di sini ada karya Mey Chan dan ada beberapa lagu lama yang kami aransemen ulang,” sambung mantan istri Ahmad Dhani itu.

“Di sini ada Bunda (sapaan Mey Chan untuk Maia) nyanyi sendiri. Benar-benar komplit, karena ada dua lagu yang kami ciptakan sendiri, aransemen sendiri, dan produseri sendiri,” timpal Mey Chan.

Ya, sama seperti Mey Chan yang menyanyikan Gengsi Setengah Mati dan Korban Cinta secara solo, ada lagu yang dibawakan Maia sendirian. “Sebenarnya ini bukan imej baru, saya yakin pendengar sudah tahu karakter Duo Maia. Inilah karakter kita. Paling yang baru, Mey Chan menciptakan lagu dan memproduseri lagunya sendiri, dan saya tampil solo,” tuturnya.

Meski sama-sama menunjukkan penampilannya sebagai solois,
bukan berarti mengancam eksistensi Duo Maia. Baik Maia maupun Mey Chan hanya ingin mengeksplorasi potensi yang dimiliki.

Maia mengaku sudah klop dengan Mey Chan, sehingga tidak mungkin meninggalkannya. “Justru, awalnya saya nggak kenal Mey Chan. Waktu itu diberi petunjuk sama pendeta. Saingan Mey Chan banyak dari Malang, tetapi pendeta itu bilang ini jodohnya,” ungkap Maia.

“Akhirnya setelah enam tahun saya (merasa) cocok. Kita partner, sahabat, tidak pernah ada masalah. Kita nggak pernah berantem sama sekali,” sahut Mey Chan. Meski baru resmi dirilis kemarin, Berdua yang dipasarkan lewat jaringan restoran cepat saji KFC itu sudah terjual 70 ribu kopi. Makassar, Ambon, dan Papua menjadi pasar terbesar selain Jakarta. (jpnn)