Edarkan Sabu-sabu, Buruh Serabutan Diciduk di Stasiun KA

Ilustrasi.

LEBAK – Danu Akbar (25), disergap petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebak di Stasiun Kereta Api (KA) Rangkasbitung, Selasa (10/9) malam. Buruh serabutan asal Kampung Lebakpicung, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak ini dituduh mengedarkan sabu-sabu.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, Danu disergap polisi sekira pukul 20.30 WIB. Diduga Danu akan memasukkan narkotika jenis sabu-sabu ke Lebak melalui Stasiun Rangkasbitung. Penyergapan Danu itu sempat menarik perhatian calon penumpang dan petugas keamanan stasiun. Beruntung, Danu tak melawan saat disergap. Dari penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus plastik besar bening berisikan kristal putih diduga sabu-sabu seberat 99,16 gram.

Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dani Arianto mengakui pengungkapan kasus narkoba ini tergolong besar selama beberapa tahun terakhir di Lebak. “Untuk data pengedar dan dari mana barang tersebut diperoleh silahkan tanyakan kepada Kasatresnarkoba, karena saya belum tahu detailnya,” kata Dani Arianto kepada Radar Banten, kemarin (11/9).

Hingga kemarin, Danu masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lebak. Polisi masih enggan membeberkan jaringan peredaran narkoba yang masuk ke Lebak. “DA masih diperiksa. Jadi kita belum tahu dari mana barang tersebut dan dia masuk dalam jaringan apa,” terangnya.

Sementara, Kasatresnarkoba Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Asep Jamal mengatakan, selain sabu-sabu, polisi mengamankan ponsel jenis Samsung J5, dan tas ransel warna abu-abu milik Danu. “Sekarang saya masih ada di Bayah. Setelah pulang nanti, saya akan langsung agendakan untuk ekspose kasus ini,” terangnya.(tur/nda/ags)