Edi Siap Pimpin Kota Cilegon Tanpa Pendamping

Golkar Tunggu Inkracht

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi memberi keterangan pers, beberapa waktu lalu. Edi mengaku siap menjalankan roda pemerintahan sendiri.

CILEGON – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi menyatakan kesiapannya bila harus memimpin Kota Cilegon tanpa pendamping. Terlebih, saat ini kasus yang membelit Walikota Cilegon nonaktif Tb Iman Ariyadi belum inkracht lantaran Iman mengajukan banding.

Dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan mal Transmart di Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi telah divonis penjara selama enam tahun. Kepastian hukum Iman atas kasus tersebut akan melalui proses panjang. Apalagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengajukan banding.

Diperkirakan, proses banding kedua pihak akan memakan waktu yang cukup panjang dan menambah waktu persidangan lebih lama. Dengan situasi ini, dimungkinkan Edi Ariadi memimpin Cilegon sebagai walikota definitif tanpa pendamping.

Saat diminta tanggapannya, Edi Ariadi mengaku siap jika harus memimpin Cilegon tanpa pendamping. “Sampai sekarang kan tidak ada pendamping, tapi semua berjalan seperti biasa. Kalau memang harus sendiri, ya dijalani saja,” kata Edi, akhir pekan lalu.

Edi menambahkan, keputusan apakah nantinya akan ada wakil walikota atau tidak tergantung kepada partai politik (parpol) pengusung dirinya dengan Iman pada saat pilkada. “Mau minta posisi wakil itu hak mereka (parpol-red) pengusung, saya hanya user. Semua kan keputusan bersama partai pengusung. Saat ini saya memimpin Cilegon sendiri juga berjalan seperti biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Cilegon Sutisna Abas menyatakan, pihaknya masih menunggu inkracht atas kasus yang melibatkan Ketua DPD Partai Golkar Cilegon Tb Iman Ariyadi. Untuk itu, pihaknya belum menentukan nama untuk mendampingi Edi Ariadi lantaran belum dinyatakan sebagai walikota cilegon definitif. “Kami masih menunggu kasus Pak Iman inkracht. Sekarang kan masih dalam proses. Kita ikuti semua prosesnya sampai selesai hingga ada kepastian hukum tetap,” ucapnya.

Jika kasus Tb Iman Ariyadi sudah memiliki putusan hukum tetap dan masa jabatan Edi Ariadi masih sisa 1,8 tahun, tentu akan ada pendamping bagi Edi Ariadi ketika diangkat sebagai walikota definitif.

“Jika waktu jabatan Edi sebagai walikota definitif tersisa kurang dari 1,8 tahun, bisa saja Edi tanpa pendamping. Kami tunggu kasus Pak Iman selesai banding, baik itu dari KPK dan dari Pak Iman. Apakah untuk walikota definitif ada pendampingnya atau tidak, itu nanti,” tandas Sutisna.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, ada sejumlah nama yang digadang-gadang mengincar kursi wakil walikota. Di antaranya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Ratu Ati Marliati, Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman, serta Ketua DPC PDIP Cilegon Reno Yanuar. (Andre AP/RBG)