Efek Memberikan Makanan pada Bayi di Bawah Enam Bulan

Ilustrasi (Pixabay)

AKIBAT ketidaktahuan orangtua, biasanya kerap memberikan tahapan makanan yang salah untuk bayi. ’’Saking inginnya anaknya tumbuh sehat, usia empat bulan sudah ditambahkan bubur padat seperti bubur pisang. Padahal hal itu salah,’’ ungkap dr Nur Aisyah Wijaya SpA, dilansir JawaPos.com.

Menurutnya, ketidaktahuan para orangtua terhadap tahapan yang tepat dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI). Akibatnya timbul in–appropriate feeding practice atau ketidaksesuaian tahapan makanan pada bayi.

Banyak keluhan dari orangtua bahwa anaknya tidak mau makan. Biasanya kesulitan makan itu ditemui pada batita (bayi di bawah tiga tahun). Setelah dilakukan pemeriksaan, rupanya anak hanya tidak mau makan karena pola tahapan makanan yang kurang tepat yang diberikan orangtuanya dari kecil. ’’Jadi bukan karena nggak mau makan semua makanan, tapi jadi pilih-pilih makanan tertentu,’’ imbuhnya.

Setelah coba merunut, banyak orangtua yang memberikan bubur sebelum usia bayi enam bulan. Padahal pada usia itu, secara fisiologis bayi belum siap menerima makanan, jadi bila disuap kerap muntah.

Dengan kondisi seperti itu, para orangtua mengira bayinya tidak mau makan. Akhirnya bayi kembali diberikan ASI. Dan saat usia bayi lebih dari enam bulan, pun tetap hanya diberi ASI. Padahal ketika bayi berumur lebih dari enam bulan, fungsi ASI menurun sampai 30 persen. Karena itu diperlukan MP ASI.

Namun karena ketidaktahuan dan takut anaknya muntah lagi, orangtua hanya memberikan susu dan susu. Akhirnya anaknya menjadi sulit menerima makanan. Padahal, usia enam bulan ke atas, secara fisiologi, bayi sudah bisa menerima asupan seperti bubur. (ina/tia/JPG)