Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman dan Walikota Cilegon Edi Ariadi.

CILEGON – Walikota Cilegon Edi Ariadi meminta kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Cilegon untuk tak menghaburkan anggaran, salah satunya dengan tidak melakukan studi banding.

Menurut Edi, saat ini sudah waktunya bekerja, bukan lagi belajar ke daerah lain dengan melakukan studi banding. Sebaiknya anggaran digunakan secara efisien, sesuai kebutuhan prioritas pemerintah supaya program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bisa terealisasi pada sisa masa jabatan kurang lebih selama dua tahun.

“Agar 2020 RPJMD kita harus selesai. Paling tidak progresnya berjalan dengan baik, karena sudah masuk akhir masa RPJMD,” ujar Edi usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Cilegon di Hotel Grand Mangku Putera (GMP) Cilegon, Selasa (19/3).

Kata Edi, seluruh jajaran pejabat dan pegawai pun harus begerak cepat. “Gaspol harus 200 meter per jam. Kalau tidak serius menyelesaikan itu tidak akan tercapai di 2021,” ujar Edi.

Edi pun berharap ada peran industri dalam merealisasikan program pemerintah, baik swasta maupun BUMD dan BUMN melalui program corporate social responsibility (CSR) maupun program lainnya. “Sumber anggaran tidak hanya dari APBD dan APBN tapi juga partisipasi industri,” ujarnya. (Bayu Mulyana)