Eks Ketua Organda Dituntut 2,5 Tahun

0
1.805 views
JPU Kejari Serang M Sulistiawan (kiri) membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa Sadrai Tajir di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (6/1)

SERANG – Sadrai Tajir dituntut pidana penjara dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun) di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (6/1). Eks Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Serang itu terbukti telah mengorupsi dana hibah Organda senilai Rp211 juta lebih.

Selain pidana penjara, Sadrai dituntut pidana denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp282,818 juta susbider satu tahun dan enam bulan penjara.

“Menyatakan barang bukti Rp10 juta dirampas untuk negara sebagai pembenanan uang pengganti,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang M Sulistiawan.

Sadrai oleh JPU dianggap terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 5 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. “Sebagaimana dalam dakwaan subsider,” kata JPU.

Dugaan korupsi itu bermula pada 2017 lalu. Saat itu, Organda Kota Serang menerima dana hibah dari Pemkot Serang sebesar  Rp300 juta. Sadrai yang menggantikan Asmuni sebagai Ketua Organda Kota Serang itu mencairkan dana hibah tersebut dalam dua tahap.

Pertama, pada 27 November 2017 dan kedua pada 22 Desember 2017. Penggunaan dana hibah itu disyaratkan harus sesuai rencana anggaran biaya (RAB).

Namun, penggunaan dana hibah itu tidak sesuai dengan usulan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

Laporan pertanggungjawab kegiatan tidak seusai realisasi. Beberapa kegiatan fiktif, seperti dana pembinaan kaderisasi Rp150 juta, operasional Rp131,9 juta, belanja pegawai Rp8,4 juta dan lainnya.

“Terdakwa telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp211,818 juta dan Budiyanto (buron-red) Rp71 juta,” kata JPU.

Berdasarkan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten, negara dirugikan sebesar Rp282,818 juta. (mg05/nda)