Emas Senilai Rp 1 Miliar Lebih Raib dalam Semalam

0
1.052 views
DIBOBOL MALING: Nur Kuzaini, suami Sumarlik, memeriksa etalase di Toko Emas Barokah setelah dibobol maling Kamis (15/6). (NURMANSAH WIRA NUGRAHA/RADAR MALANG)

MENJELANG Lebaran, aksi kejahatan makin merajalela. Selain pembegalan sepeda motor, pencurian juga tengah marak menimpa masyarakat. Kamis (15/6) toko emas Barokah di Pasar Terpadu Dinoyo (PTD) dibobol maling. Tak tanggung-tanggung, maling itu menggasak emas sebanyak 2,5 kilogram. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Peristiwa pembobolan itu diketahui Sumarlik, 36, pemilik toko emas Barokah. Saat itu, warga Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, tersebut hendak membuka kiosnya sekitar pukul 07.30. Mengetahui gembok yang biasanya dipakai untuk mengunci rolling door berubah, Sumarlik kaget. Khawatir ada yang janggal, Sumarlik tidak membukanya. ”Saya langsung melapor ke kantor polisi,” ujar Sumarlik saat ditemui di Polsek Lowokwaru. Bersama petugas dari Polsek Lowokwaru, Sumarlik mendatangi toko emas miliknya di lantai satu PDT tersebut.

Sekitar pukul 08.00, polisi berhasil membuka paksa kiosnya. Sumarlik makin kaget saat mengetahui etalase yang biasanya dipakai untuk memajang emas itu dalam kondisi morat-marit. Apalagi, pintu brankas penyimpanan emas terbuka dan isi didalamnya sudah terkuras habis. Petugas di lapangan menemukan beberapa barang bekas terbakar.

Diduga, pelaku membobol toko emas dengan mengelas pengait rolling door. ”Seperti habis dilas,” kata Sumarlik sembari memerhatikan benda tersebut. Sekitar pukul 14.30, Satreskrim Polres Malang Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Beberapa barang bukti (BB) seperti gembok dan tabung gas kemasan 3 kilogram diamankan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Heru Dwi Purnomo menyatakan, pihaknya masih mendalami kasus pembobolan toko emas tersebut. Beberapa pihak terkait sudah dimintai keterangan. Yakni, karyawan toko emas Barokah, pedagang sekitar, dan petugas keamanan di PTD. ”Kami juga meminta keterangan dari pengelola PTD terkait sistem keamanan dan pemakaian CCTV (closed circuit television),” kata Heru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang di lokasi, aksi pencurian itu diduga dilakukan malam hari. Sebab, sore harinya para toko masih buka. Salah satu pedagang, Amrina Husada, 28, menyatakan, dia membuka kiosnya hingga pukul 05.00. Saat dia menutup kiosnya yang berada tepat di sebelah toko emas Barokah, Amrina mengetahui rolling door di toko emas Barokah masih tertutup rapat. ”Mungkin peristiwanya (aksi pencurian) malam hari,” kata pedagang asal Ngawi yang berjualan pakaian itu.

Nur Kuzaini, 40, suami korban menyatakan, beberapa hari sebelumnya dia merasa ada orang yang mengamatinya. Tepatnya dua hari sebelum kasus pembobolan toko emas milik istrinya. Namun, dia tidak menaruh kecurigaan, sehingga membiarkannya. ”Sudah dua hari ini. Tapi tidak saya hiraukan,” Nur. (nrd/c1/dan/JPG)