Empat Atlet Bulu Tangkis Banten Timba Ilmu di Indonesia Open

Bulu Tangkis
Pebulu tangkis putri PON Banten Lyanny Alessandra Mainaky ketika tampil di Indonesia Open Superseries Premier 2016 di Istora Senayan Jakarta, Rabu (1/6). (Foto: Istimewa)

SERANG – Empat atlet bulu tangkis Banten yang sedang menjalani pemusatan pelatihan daerah (pelatda) PON turut ambil bagian pada ajang bergengsi kejuaraan bulu tangkis yang bertajuk Indonesia Open Superseries Premier 2016 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Ajang ini dijadikan keempat pebulu tangkis andalan Banten sebagai pemanasan dan menimba pengalaman sebagai modal menuju PON XIX Jawa Barat 2016.

Keempat atlet bulu tangkis PON Banten yang tampil di Indonesia Open Superseries Premier 2016, yakni Lyanny Alessandra Mainaky, Vioni Florensia, Jessica, dan Akbar Bintang Cahyono. Selain itu, tiga atlet lainnya yang juga sedang berjuang di Vietnam Open ialah Gebby Ristiani Irawan, Ririn Amelia, dan Mayrina Lukmanda.

Kepala Pelatih Bulu Tangkis PON Banten Wahyu Widiarto mengatakan, tidak sembarang pebulu tangkis yang bisa menjadi peserta di Indonesia Open Superseries Premier 2016. Hanya pebulu tangkis yang memiliki peringkat terbaik yang berhak meraih tiket. “Kebetulan ranking nasional keempat atlet kita tersebut cukup bagus makanya bisa tampil di Indonesia Open Superseries Premier 2016. Sebagai contoh saja, tiga atlet kita lainnya yang berlaga di Vietnam Open tidak bisa menjadi peserta di Indonesia Open Superseries Premier 2016 karena ranking nasionalnya belum mencukupi,” kata Wahyu kepada Radar Banten, Rabu (1/6).

Wahyu menambahkan, tidak ada target atau misi khusus yang diemban keempat atlet tersebut. Atlet hanya diminta tampil lepas dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari lawan yang dihadapi. “Lawan yang dihadapi pastinya atlet yang berkelas juga. Indonesia Open kan event paling bergengsi setelah Thomas/Uber dan All England. pebulu tangkis terbaik dari penjuru dunia sudah pasti ambil bagian. Atlet hanya kami tuntut belajar dan manmbah jam terbang sebagai modal berlaga di PON nanti. Itu saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Bulu Tangkis PON Banten Mahpudin Joey menyatakan, sama halnya dengan empat atlet yang tampil di Indonesia Open Superseries Premier, tiga atlet yang ambil bagian di Vietnam Open juga tidak dibebani target. “Kami hanya menjadikan event-event ini sebagai tryout untuk mengukur kesiapan dan menambah jam terbang serta pengalaman atlet. Kalau bicara prestasi di ajang ini, masih cukup jauh. Mereka kan masih muda-muda dan belum saatnya bersaing di level internasional,” ucapnya.

Meski tidak tampil di dua kejuaraan tersebut, lanjut pria yang akrab disapa Joey, lima atlet lainnya, yakni Hardianto, Christeven Howard, Risky Susanto, Fahmi Mubarok, dan Angger Sudradjad tetap menjalani pelatda seperti biasa. “Atlet kita yang akan berlaga di PON nanti ada 12 orang. Tujuh atlet sedang berlaga di Indonesia Open Superseries Premier dan Vietnam Open. Nah, yang lima atlet lainnya secara intens berlatih menjalani program pelatda. Kami berharap ada poin penting yang diraih atlet di kejuaraan tersebut sehingga mampu mempersembahkan prestasi bagi kontingen Banten di PON nanti,” pungkasnya. (Andre AP/Radar Banten)