Empat Bandit dan Satu Penadah Diringkus Polsek Cikande

SERANG – Empat orang bandit jalanan dan satu penadah diringkus petugas Polsek Cikande dan Tanara di lokasi dan waktu berbeda. Kelimanya diamankan berikut barang bukti hasil kejahatan.

Lima pelaku yakni WK (20), warga Sumatera Selatan (Sumsel), UM (19) warga Kecamatan Serang, Kota Serang, SA (26), warga Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, EM (20) warga Cikande, Kabupaten Serang dan Hen (24) warga Tanara, Kabupaten Serang.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap UM. Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini disergap di kediamannya, Minggu (8/9) lalu. UM diringkus petugas Polsek Cikande usai mencuri motor Honda Beat nopol A 5195 ZY milik Yanti Effendi warga Kampung Kendiding, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Usai meringkus UM, Senin (9/9), petugas juga meringkus WK. WK diringkus di persembunyiannya di daerah Serang usai mencuri motor milik Dede Rahmat warga Kampung Banjarsari, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. “Modus kedua pelaku ini menggunakan kunci leter T,” kata Kapolsek Cikande Komisaris Polisi (Kompol) Sugeng Pamuji saat rilis di Mapolsek Cikande, Rabu (11/9).

Sementara, di lokasi berbeda, petugas juga meringkus SA dan EM. Dua lelaki ini ditangkap di depan SPBU Citawa, Jalan Raya Serang-Jakarta, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. SA dan EM dituduh sebagai pelaku aksi penjambretan terhadap warga di daerah Cikander, 6 Agustus 2019 lalu.

“Dari pengakuan keduanya, mereka sudah tiga kali melakukan. Namun kami menduga pelaku sudah lebih dari itu, sebab laporan yang kami terima saja ada 4 laporan. Belum lagi warga yang tidak melapor kepada kami,” jelas Sugeng.

Atas perbuatannya, WK dan UM dijerat Pasal 363 KUH Pidana. Sedangkan SA dan EM disangka melanggar Pasal 365 KUH Pidana. “Pelaku pencurian sepeda motor hukumannya paling lama lima tahun dan jambret ancaman pidananya sembilan tahun,” kata Sugeng.

Selasa (10/9), giliran petugas Polsek Tanara menangkap Hen. Penadah motor curian ini tertangkap dalam operasi rutin pemeriksaan kendaraan yang digelar Polsek Tanara. Hen yang tak mampu menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan digiring ke Mapolsek Tanara.

Saat diperiksa, Hen mengaku motor yang digunakannya adalah motor curian. Dia mengaku sudah beberapa kali melakukan jual beli motor hasil curian. “Tersangka (Hen-red) kami jerat Pasal 481 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun,” kata Kapolsek Tanara Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nurochman. (mg05/nda/ags)