Ilustrasi jalan tol.

JAKARTA – Mudik lebaran memang masih lama. Namun kementerian terkait telah melakukan berbagai persiapan. Empat jalur tol telah siap digunakan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mebgatakan upaya yang dilakukan Kemenhub tersebut bertujuan agar masyarakat yang akan pulang kampung tidak hanya terpusat pada hari-hari tertentu saja. Tujuannya tentu demi kelancaran menuju kampung halaman.

Sementara itu dari sektor perhubungan, pria yang akrab disapa Djojo itu menjelaskan jika tol dari Jakarta hingga Surabaya siap digunakan. Termasuk beberapa tol yang sedang dalam pembangunan akan digunakan sebagai jalur fungsional. Tol tersebut antara lain tol Batang-Semarang ruas Batang-Krapyak, Tol Ngawi-Kertosono ruas Wilangan-Nganjuk, dan Tol Pandaan-Malang ruas Pandaan-Purwodadi. Jalur fung sional ini tidak dikenakan tarif alias gratis. Namun pengguna wajib hati-hati. Sebab rambu-rambu belum terpasang sepenuhnya.

Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Ditjen Perhubungan Darat Pandu Yunianto menambahkan jika masih ada beberapa titik rawan kemacetan. Misalnya saja Ngagrek, Tol Cawang-Cikarang Utama, dan beberapa pintu keluar. Di Jawa Timur sendiri daerah Mengkreng, Kertosono, juga menjadi perhatian karena jalur yang menyempit. Kemenhub bekerjasama dengan beberapa lembaga juga memperbanyak titik istirahat.

Pandu menjelaskan bahwa pihaknya tengah membangun beberapa titik untuk rest area di jalan arteri. ”Jembatan timbang akan ditutup untuk di jadikan rest area. Kami juga sudah komunikasi dengan kepolisian, ada be berapa polres atau polsek yang dijadikan tempat istirahat,” ucapnya.

Sementara untuk penanganan kecelakaan, Kemenhub sudah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Kemenkes akan membuka 24 jam puskesmas dan rumah sakit di daerah yang biasa menjadi jalur mudik. ”Awak angkutan umum juga akan dilakukan pengecekan kesehatan sebelum berangkat,” ucapnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan soal keselamatan berlalulintas. ”Roda dua tidak disarankan untuk mudik,” tuturnya.

Untuk itu Kemenhub menggelar mudik bersama sekaligus untuk mengangkut motor. ”Mungkin kami hanya mampu mengcover 10 persen. Diharapkan swasta ikut,” imbuhnya. (lyn/jpg/asp/RBG)