Empat Jembatan di Lebakgedong Ambruk, Puluhan Rumah Terendam

Jembatan Cinyiru di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, ambruk setelah diterjang banjir dan longsor, Rabu (13/5) pukul 02.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

LEBAK – Empat jembatan di ruas Jalan Cipanas-Warung Banten ambruk diterjang banjir dan longsor, Rabu (13/5) pukul 02.45 WIB. Empat jembatan tersebut yakni Jembatan Cinyiru, Citagokgak, dan Cijaha di Desa Banjarsari, sedangkan satu lagi Jembatan Ciberang di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak.

Pantauan Radar Banten di Kampung Cinyiru, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, konstruksi jembatan ambles lebih dari dua meter. Masyarakat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten berupaya meratakan tebing di kanan dan kiri jembatan agar bisa dilintasi kendaraan roda dua. Namun, proses pekerjaan menggunakan peralatan seadanya karena alat berat masih menyingkirkan material longsor di tiga lokasi di Jalan Cipanas – Warung Banten.

Bahrudin, warga Cinyiru,  mengatakan, hujan deras mengguyur wilayah Lebakgedong dan Cipanas sejak Selasa (12/5). Kondisi itu membuat Sungai Ciberang dan Cimangentung meluap. Akibatnya, Jembatan Cinyiru yang telah amblas pada banjir bandang 1 Januari 2020 kembali amblas ke dasar sungai.

“Kejadiannya pada Rabu dinihari. Saat kejadian, warga mendengar suara gemuruh dari arah jembatan. Setelah dicek, jembatan ambles dan tebing di samping jembatan longsor dengan kedalaman lebih dari lima meter,” kata Bahrudin kepada Radar Banten, kemarin.

Akses transportasi masyarakat dari Cinyiru ke Cipanas terputus total. Ditambah lagi, ada beberapa titik longsor yang menutupi badan jalan provinsi tersebut. Karena itu, pada Rabu pagi warga langsung gotong royong meratakan oprit jembatan dengan badan jembatan agar bisa dilewati kendaraan roda dua.

“Iya, kami gotong royong meratakan badan jalan di kanan dan kiri jembatan. Supaya kendaraan bisa melintas. Minimal, motor bisa nyeberang, karena kalau ingin dilalui kendaraan roda empat maka harus menerjunkan alat berat ke lokasi,” imbuhnya.

Pelaksana teknis Jalan Cipanas – Warung Banten pada Dinas PUPR Banten Kuncoro membenarkan, banjir dan longsor memutus akses transportasi masyarakat dari Cipanas menuju Warung Banten. Di ruas jalan provinsi itu, ada empat jembatan yang rusak dan tiga titik longsor yang menutupi badan jalan.  “Kerusakan paling parah terjadi di Jembatan Cinyiru, karena badan jembatan ambles ke dasar sungai,” ungkapnya.

Dinas PUPR Banten, lanjutnya, menerjunkan personel dan alat berat ke lokasi bencana banjir dan longsor di Lebakgedong. Namun, alat berat yang diterjunkan baru membersihkan material longsor di tiga lokasi di Banjarsari. Rencananya, Rabu sore atau Kamis (14/5) alat berat akan menangani akses jalan ke Jembatan Cinyiru.  “Pokoknya kita akan cepat melakukan penanganan jembatan yang rusak sehingga lebaran nanti jembatan dapat dilalui masyarakat yang akan bersilaturahim dengan keluarga dan kerabatnya,” jelasnya.

RUMAH TERENDAM

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, jumlah rumah yang terendam akibat banjir di Cipanas ada 55 unit dan di Cibadak 30 unit. Namun, rumah hanya terendam beberapa jam saja karena pada Rabu pagi air sudah surut. Masyarakat korban banjir di Cipayung dan Bintangresmi langsung membersihkan lumpur di dalam rumah yang terbawa arus banjir.

“Hanya beberapa jam saja terendam dengan ketinggian selutut orang dewasa. Pagi harinya, pemilik rumah sudah membersihkan lumpur di rumahnya tersebut,” paparnya.

BPBD Lebak langsung menerjunkan relawan dan menyarahkan bantuan kepada korban banjir di Cipanas maupun Cibadak. Bantuan tanggap darurat tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di bulan suci Ramadan ini. “Bantuan sembako sudah dikirim dan diserahkan langsung kepada korban banjir. Kita harap, mereka bersabar dalam menghadapi musibah ini,” harapnya.

Kaprawi mengimbau masyarakat di zona merah bencana banjir dan longsor untuk tetap waspada. Kondisi cuaca yang tidak menentu dikhawatirkan menimbulkan bencana banjir dan longsor susulan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. “Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, karena akhir-akhir ini curah hujan di wilayah Lebak cukup tinggi,” tukasnya. (tur/alt)