LEBAK – Sebanyak empat orang anak di Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, dicabuli pemuda berinisial AG (49) di sebuah kontrakan, Kamis (21/3).

Informasi yang dihimpun Radar Banten, terduga pelaku pencabulan AG melakukan aksinya dengan cara merayu korban. Pada Kamis lalu, AG yang berasal dari Kampung Kaum Pasir, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, main ke kampung para korban. Di sana, empat anak berinisial AD, AL, EM, dan SEF bermain di sekitar rumahnya. Pelaku kemudian mengajak keempatnya bermain dengan cara merayu empat anak tersebut.

Empat orang anak yang masih duduk di sekolah dasar dan ada yang di taman kanak-kanak tersebut akhirnya dapat dirayu oleh AG. Mereka kemudian main di rumah kontrakan kosong yang tidak jauh dari rumah para korban. Di sana, keempatnya diraba-raba dan diminta memegangi kemaluan pelaku. Usai beraksi, pelaku meminta empat anak yang berusia 6 – 8 tahun ini untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun.

Ida, orangtua korban, mengatakan, beberapa hari setelah kejadian tersebut, anaknya cerita bertemu dengan seseorang di kontrakan. Di sana, dia mengaku dipegang-pegang oleh AG dan tiga temannya juga diperlakukan hal yang sama. Untuk itu, Ida kemudian mempertanyakan masalah tersebut kepada anak-anak yang lain. Mereka mengakui telah bertemu dengan AG di rumah kontrakan kosong.

“Saya dan warga yang anaknya dilecehkan bersepakat untuk melaporkan kasus ini ke Mapolres Lebak,” kata Ida kepada wartawan di Mapolres Lebak, Jumat (29/3).

Sebelum menceritakan peristiwa memalukan tersebut, keempat anak yang dilecehkan AG mengalami perubahan. Mental anak-anak jatuh dan pada malam hari sering mengigau. Bahkan, ada satu anak yang sakit sampai sekarang.

“Kondisi mental anak jelas terganggu. Walaupun AG tidak melakukan perbuatan mesum layaknya hubungan suami istri,” jelasnya.

“Saya berharap pelaku pencabulan diberikan hukuman yang setimpal. Dia telah merusak masa depan anak-anak di sini,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Oka Nurmulia Hayatman menyatakan, polisi berhasil menangkap AG di rumahnya di Kaum Pasir. Saat diperiksa, AG mengakui perbuatannya.

“Kalau modusnya dengan cara merayu korban agar mengikuti kemauan pelaku. Tapi, itu masih informasi sementara, karena penyidik masih mendalami kasus tersebut,” ungkapnya.

Mantan Kasatreskrim Polres Pandeglang ini menyatakan, AG dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Atas  Perubahan Kedua Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya kurang lebih selama 15 tahun penjara.

“Karena ini pencabulan terhadap anak, ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Oka mengimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada dalam menjaga anak-anaknya. Jangan sampai, anak dibiarkan bebas bermain tanpa mendapatkan pengawasan dari orangtua.

“Anak-anak di bawah umur harus diawasi. Jangan sampai dilepas begitu saja, karena kami khawatir kejadian serupa terjadi kepada anak-anak yang lain,” pungkasnya. (Mastur)