Empat Orang Negatif Corona

0
2.737 views
Humas RSPD Serang Khaerul Anam (kiri) saat memberikan keterangan pers di Kota Serang, Rabu (11/3).

Tiga di Tangerang, Satu Asal Serang

SERANG – Empat orang yang berstatus dalam pengawasan tim medis dinyatakan negatif virus corona. Dari empat orang itu, tiga di antaranya berdomisili di wilayah Tangerang dan satu di Serang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyebut ada 30 orang berstatus dalam pemantauan dan pengawasan terkait virus corona Covid-19. Yakni 25 orang dalam status pemantauan dan lima orang dalam status pengawasan.

“Dipastikan sampai saat ini tidak ada yang positif corona di Kabupaten Tangerang. Mereka yang dalam pemantauan sebagian besar sudah dinyatakan negatif corona,” katanya setelah rapat penanganan corona di eks kantor DPRD Kabupaten Tangerang di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Rabu (11/3).

Hendra menerangkan, dari lima orang yang dalam pengawasan, tersisa dua warga Kabupaten Tangerang yang sedang menjalani perawatan. Satu orang di Rumah Sakit Siloam, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dan satu orang lagi dirawat di Rumah Sakit Persahabatan, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. “Dari lima orang, ada tiga yang sedang dalam pengawasan tapi sudah tidak dirawat di rumah sakit. Artinya status mereka sudah beralih menjadi orang dalam pemantauan karena negatif corona,” terangnya.

Lebih lanjut, Hendra menuturkan, 30 orang dalam status pemantauan dan pengawasan corona itu lantaran memiliki riwayat kontak dengan negara yang sudah terjangkit Covid-19. Seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan negara lain. “Sementara dua orang yang menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami sesak napas dan membutuhkan perawatan dan peralatan medis. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada yang positif terjangkit virus corona, ya!,” tuturnya menegaskan.

Sementara itu, salah seorang petugas di Rumah Sakit Siloam Karawaci enggan berkomentar terkait salah satu pasiennya yang sedang menjalani perawatan dan termasuk orang dalam pengawasan suspect virus corona. “Dokter di kami belum dapat informasi apa-apa dari Kementerian Kesehatan,” katanya melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/3).

Pada bagian lain, dari dua pasien yang sempat diisolasi di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang, satu pasien telah diizinkan pulang lantaran negatif virus corona. Sementara satu pasien lainnya saat ini masih dirawat di ruang isolasi RSDP lantaran hasil laboratorium kesehatannya belum keluar.

Hal itu disampaikan Humas RSPD Serang Khaerul Anam saat memberikan keterangan pers di Kota Serang, Rabu (11/3). “Ada dua pasien yang dalam pengawasan di RSDP Serang. Tapi alhamdulillah pasien pertama sudah dipastikan negatif corona dan sudah diperbolehkan pulang kepada keluarganya,” ujar Anam.

Ia menuturkan, pihaknya menerima hasil laboratorium kesehatan Kemenkes yang menyatakan pasien negatif corona pada Selasa (10/3). “Berdasarkan rekomendasi dokter, pasien diizinkan pulang kemarin sore, dan harus melakukan kontrol selama tiga hari ke depan,” ungkap Anam.

Pasien pertama yang videonya sempat viral di media sosial, lanjut Anam, datang ke RSDP atas inisiatif sendiri lantaran baru pulang ibadah umrah pekan lalu. “Berdasarkan hasil lab kesehatan, pasien hanya diidentifikasi mengalami sakit paru-paru,” jelasnya.

Sementara satu pasien lain yang masih diisolasi, saat ini kondisinya semakin membaik. RSDP Serang telah mengirimkan sampel pasien kedua ke Litbangkes Jakarta untuk diuji di laboratorium kesehatan Kemenkes. “Untuk pasien dalam pengawasan kedua ini, kami masih menunggu hasil lab kesehatannya. Rencananya Jumat sudah keluar hasilnya,” tuturnya.

Pasien kedua ini, tambah Anam, dirujuk dari rumah sakit di Kota Cilegon ke RSDP Serang pada 8 Maret lalu. “Pasien kedua ini, pernah mengikuti meeting (rapat) dengan WNA yang berasal dari negara yang terjangkit virus corona. Kepastian pasien ini menunggu hasil lab kesehatan,” ungkapnya.

Terkait biaya pengobatan pasien dalam pengawasan, Anam mengaku pembiayaannya ditanggung oleh pasien atau keluarganya. Sebab hanya pasien yang positif virus corona yang ditanggung pemerintah. “Pembiayaannya sesuai dengan pendaftaran pasien, apakah pasien umum atau BPJS Kesehatan. Tapi kalau positif virus corona baru gratis karena ditanggung pemerintah,” ujarnya.

Anam berharap, masyarakat Banten tetap tenang dan lebih menjaga kesehatan di lingkungan keluarga masing-masing. “Kami juga meminta agar teman-teman wartawan lebih hati-hati memberikan informasi terkait pasien dalam pengawasan kepada masyarakat. Sebab pasien yang diisolasi belum tentu terjangkit virus corona. Itu dilakukan rumah sakit sesuai standar yang dikeluarkan Kemenkes,” bebernya.

Senada, Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian RSDP Serang R Galih Natasasmita mengungkapkan, penanganan pasien dalam pengawasan wabah virus corona di RSDP dilakukan sesuai SOP yang dikeluarkan Kemenkes. “Kami telah membentuk Tim Wabah Virus yang beranggotakan 16 tenaga kesehatan (dokter dan perawat). Tim ini tidak hanya menangani pasien yang mengalami gejala virus corona, tapi juga menangani semua pasien yang memiliki gejala yang diakibatkan oleh virus seperti mers, sars, atau pun flu burung,” ungkapnya.

Galih mengakui, adanya pasien dalam pengawasan wabah virus corona di RSDP, tidak hanya membuat masyarakat Banten panik. Tenaga kesehatan di RSDP juga mengalami kekhawatiran yang sama. Namun untuk memberikan pelayanan maksimal, tenaga kesehatan di RSDP bersepakat tidak semuanya menggunakan masker, Itu dilakukan agar tidak menambah kepanikan. “Tapi alhamdulillah satu pasien dinyatakan negatif, semoga pasien kedua juga negatif corona. Saat ini pelayanan RSDP tetap berjalan normal seperti biasanya,” ujarnya.

Terkait pencegahan wabah virus corona di Kabupaten Serang, Galih mengaku sejauh ini RSDP selalu melakukan koordinasi dengan Pemkab Serang dan Pemprov Banten serta bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Serang dan Dinkes Banten. “Bahkan keputusan apakah pasien dalam pengawasan itu, positif atau negatif virus corona. Yang memiliki kewenangan memastikannya adalah Kemenkes. Rumah sakit hanya bisa mengumumkan setelah menerima hasil lab kesehatan yang dikeluarkan Kemenkes,” jelasnya.

Sambil menunggu hasil lab kesehatan pasien kedua, Galih mengaku pasien lain yang dirawat di RSDP Serang tidak perlu cemas, lantaran pasien sudah dirawat di ruang isolasi. “Kami memang tidak membagikan masker kepada pasien atau keluarga pasien yang dirawat di RSDP. Sebab persediaan masker yang ada hanya diperuntukkan bagi tenaga medis rumah sakit,” pungkasnya. (den-mg04/air/ags)