Empat Parpol Rombak Kepengurusan

Andra Soni

USAI Pemilu 2019, partai politik (parpol) kembali merapatkan barisan guna menghadapi Pilkada 2020. Empat parpol bahkan secara mengejutkan melakukan perombakan pengurus inti.

Empat parpol itu ialah PDI Perjuangan, NasDem, Gerindra, dan PKS. Pergantian Ketua DPD PDIP Banten dilakukan pada pertengahan Juli 2019, sementara pergantian Ketua DPW NasDem Banten pada pertengahan November lalu, dan yang terbaru pergantian Ketua DPW PKS Banten pada 7 Desember 2019. Sementara perombakan di Partai Gerindra mulai dari struktur pengurus DPD hingga pergantian empat Ketua DPC dilakukan pada 4 Desember 2019.

Sejumlah pengamat politik menilai, perombakan pengurus hingga pergantian pucuk pimpinan parpol jelang pilkada 2020 di Provinsi Banten merupakan bagian dari strategi partai.

Pengamat politik Unsera, Ahmad Sururi mengatakan, setiap parpol memiliki urusan dapur masing-masing terkait strategi memenangkan pemilu maupun pilkada. Perombakan pengurus hingga pergantian pucuk pimpinan partai di daerah menjadi kewenangan DPP partai untuk terus mendorong parpol ke arah yang lebih modern, sehingga pergantian pimpinan parpol di daerah tidak diwarnai dengan konflik internal. “Perombakan pengurus dan perubahan pucuk pimpinan sebagai bagian dari dinamika parpol, ini menandakan rel demokrasi dan kaderisasi di parpol sudah berjalan pasca Pemilu 2019,” ujar Sururi kepada Radar Banten, kemarin.

Di daerah, situasi parpol yang belum meniscayakan kepada figur sebagai daya magnet elektabilitas, potensi pergantian ketua parpol cukup besar. Menjadi wajar bila DPP PDIP, Gerindra, PKS dan NasDem melakukan perombakan jelang Pilkada 2020. “Bila tujuannya adalah menjaga energi parpol untuk fight di pilkada 2020 mungkin menjadi bagian dari strategi, artinya parpol menginginkan figur-figur yang segar dan mampu memikul tanggung jawab secara berjamaah (kolektif),” tegas Sururi.

Ia melanjutkan, dalam perspektif kewenangan DPP dan diskresi, perombakan pengurus dan pergantian pimpinan parpol di daerah bisa jadi hal biasa untuk penyegaran. Meskipun harus ada mekanisme yang menjelaskan kenapa seorang kader bisa terevaluasi dan kenapa ada kader lain yang dipromosikan. “Kultur mekanisme terbuka dari DPP seperti itu belum dilakukan, meskipun seharusnya ada dorongan ke arah sana,” tegasnya.

Di sisi lain, parpol sebagai instrumen demokrasi yang paling mendasar harus kembali melakukan fungsi edukasi leadership. Demokrasi dimaknai serupa oleh kader dan elitee, akan tetapi demokrasi dipraktikkan berbeda terutama oleh para elite parpol. “Contoh real adalah mekanisme intervensi elite menunjuk langsung kader di daerah menjadi pimpinan parpol,” beber Sururi.

Hal yang sama juga disampaikan pengamat politik STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Harits Hijrah Wicaksana. Menurutnya, hal yang wajar jelang pilkada 2020 di Banten beberapa partai mengadakan perombakan susunan pengurus tingkat provinsi Banten. “Dalam politik apa pun kondisi yang ada bisa terjadi, segala kemungkinan-kemungkinan selalu ada. Dengan dinamisnya kondisi politik baik di internal partai maupun ekternal partai,” tuturnya.

Kondisi politik lokal dalam konsepsi elektoral saat ini, lanjut Harits, empat daerah akan menggelar Pilkada 2020 di Banten bisa menjadi alasan perombakan pengurus. “Pergantian pimpinan parpol di daerah memang hak dari ketua umum DPP masing-masing partai. Mekanisme yang digunakan pasti disesuaikan dengan AD ART. Namun yang menjadi esensi yang mendasar tentunya ada evaluasi di partai tersebut. Evaluasi ketercapaian target pada saat Pemilu 2019,” ujarnya.

Ia meyakini, partai-partai yang merubah komposisi pengurus tersebut pastinya memiliki tujuan, dengan perubahan pengurus diharapkan dapat memberikan efek yang positif terhadap elektoral di partai masing-masing. Terutama target pemenangan Pilkada 2020 di Banten ini. “Ujian sesungguhnya bagaimana para ketua yang baru dapat meracik dan membuat strategi pemenangan pilkada yang efektif,” jelas Harits.

Menangapi pernyataan pengamat politik, Sekretaris DPD Gerindra Banten Andra Soni mengungkapkan, jelang pilkada serentak 2020 DPP Partai Gerindra telah mengeluarkan SK terkait perombakan kepengurusan DPD dan DPC Partai Gerindra di Provinsi Banten.

“Hal yang biasa dalam sebuah partai dilakukan perombakan pengurus, sebagai bagian dari pembenahan internal,” ujarnya.

Perombakan pengurus DPD, hanya dilakukan pergantian posisi wakil ketua. Beberapa Ketua DPC yang diganti ditarik menjadi pengurus DPD. Sementara pergantian Ketua DPC dilakukan diempat daerah. “Kemarin baru penyerahan berkas administrasinya, nanti pelantikannya akan dilakukan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Andra yang saat ini menjabat Ketua DPRD Banten memaparkan, perombakan pengurus dilakukan di delapan DPC, tapi pergantian Ketua DPC hanya dilakukan di empat daerah, yaitu Ketua DPC Kabupaten Lebak, Ketua DPC Kabupaten Serang, Ketua DPC Kabupaten Pandeglang dan Ketua DPC Kabupaten Tangerang. “Dengan perombakan ini, diharapkan semua kader mampu menjaga marwah partai, sebagai partai yang dipercaya oleh rakyat di Provinsi Banten dan bersiap menghadapi Pilkada 2020,” harap Andra.

Sementara Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Banten Aries Halawani mengungkapkan, pergantian Ketua DPW NasDem sesuai dengan keputusan DPP. “Di bawah pimpinan Ketua DPW yang baru, NasDem siap menghadapi Pilkada 2020,” katanya.

Terkait kepengurusan, Aries mengaku masih dalam proses penyusunan di DPW. “Secepatnya akan kita umumkan ke publik,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Umum DPW PKS Banten, Gembong R Sumedi menuturkan, pergantian pimpinan di PKS Banten diharapkan semakin meningkatkan soliditas kader jelang Pilkada 2020. “Ketua yang baru masih melanjutkan kebijakan ketua sebelumnya, baik terkait penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah maupun penjajakan koalisi,” ujarnya.

Untuk merapatkan barisan, lanjut Gembong, DPD PKS Banten akan menggelar konsolidasi internal jelang pilkada 2020. “Akhir pekan ini, kita akan mengadakan acara konsolidasi dengan lima ribu kader di Pantai Karibian Kabupaten Pandeglang,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Bappilu DPD PDIP Banten Muhlis mengatakan, perombakan pengurus di PDIP telah dilakukan sesuai AD ART partai.

“Konsolidasi kader telah dilakukan, dan saat ini dibawah kepemimpinan Ketua DPD yang baru, kami tengah fokus melakukan penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah jelang pilkada 2020,” tuturnya. (den/air/ags)