Empat Partai Jajaki Bentuk Fraksi Gabungan

CILEGON – Sebanyak empat partai politik yang memiliki kurang dari empat kursi sedang melakukan penjajakan untuk bergabung membentuk fraksi di DPRD Kota Cilegon. Hal itu karena pembentukan fraksi minimal harus memiliki empat kursi hasil Pemilu Legislatif 2019.

Parpol-parpol yang sedang melakukan penjajakan antara lain Partai Demokrat dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Keduanya masing-masing memiliki dua kursi sehingga berpeluang besar gabung menjadi satu fraksi. Dua parpol lain adalah Partai NasDem dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). NasDem yang meraih tiga kursi harus mendekati PKB yang meraih satu kursi agar bisa membentuk satu fraksi.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh mengaku telah menjalin komunikasi dengan PPP. Namun menurutnya pembahasan baru sebatas persetujuan dua partai untuk bergabung dalam satu fraksi. Sedangkan teknisnya, seperti siapa yang akan menjadi ketua fraksi dan pembagian jatah alat kelengkapan dewan (AKD) belum dibahas.

“Pembagian komposisi dibagi rata karena satu fraksi empat kursi kita bergantian separo-paro saja. Siapa dulu yang memimpin fraksi, begitu staf ahli dan AKD-nya. Kalau soal penempatan SDM-nya gimana masing-masing partai saja,” ujar Rahmatulloh, Rabu (31/7).

Bergabungnya Partai Demokrat dan PPP menurut Rahmatulloh menyesuaikan dengan persyaratan terbentuknya satu fraksi. Sesuai aturan, satu fraksi minimal terdiri dari empat orang.“Kalau sama PKB masih kurang, kalau sama NasDem nanti jadi lima, PPP dan PKB-nya kurang,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPC PPP Kota Cilegon Sihabudin Syibli menilai, perlu ada pertemuan untuk menindaklanjuti rencana bergabung partai PPP dengan Demokrat dalam satu fraksi. “Prinsipnya, PPP telah sepakat untuk bergabung dengan Demokrat, tetapi untuk lebih lanjut perlu ada pertimbangan dan pembahasan di internal supaya jangan ada polemik aja,” ujar Sihab.

Untuk pembicaraan terkait siapa yang akan memimpin fraksi dan pembagian AKD, Sihab memperkirakan hal itu akan dibahas sebelum pelantikan. Ia belum bisa memastikan kapan persis hal itu akan dilakukan.

Disisi lain, Sekretaris DPD Partai Nasdem Erick Rebiin mengaku sudah menjalin komunikasi dengan PKB. Sama seperti halnya Partai Demokrat dan PPP, komunikasi baru pada tataran tahap awal. “Insya Allah sudah komunikasi semoga enggak meleset lagi,” ujar Erick.

Kata Erick untuk pembahasan siapa yang akan memimpin farksi dan pembagian fraksi masih cukup jauh. Menurutnya hal itu akan dibahas usai kesepakatan bergabung sudah benar-benar disepakati.

Terpisah, Sanudin, anggota DPRD Kota Cilegon terpilih dari PKB mengaku tidak keberatan bila harus ikut dengan NasDem. “Prinsipnya saya menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus partai. Sebagai kader partai saya siap menerima keputusan apapun,” ujar Ketua Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS) itu. (bam-ibm/ags)