Empat Pembangkit PLTU Suralaya Kembali Beroperasi

0
235 views

CILEGON – PLTU Suralaya kembali mengaktiftka empat pembangkit listrik yang sempat berhenti beroperasi saat terjadi permasalahan di transmisi 500 kv di Ungaran.

Humas PT Indonesia Power Asep Muhendar menjelaskan, di PLTU Suralaya terdapat tujuh pembangkit, enam di antaranya dalam keadaan baik sedangkan satu lainnya sedang dilakuan overhaul atau perbaikan rutin.

Karena adanya permasalah transmisi di Ungaran, enam pembangkit listrik berhenti beroperasi karena tidak bisa menyalurkan tegangan ekstra tinggi ke jaringan 500 kv tersebut. “Kami mempunyai proteksi, saat tegangan ekstra tinggi tida bisa disalurkan unit itu
stop sendiri, tapi tidak rusak,” ujar Asep Muhendar, Senin (5/8).

Kata Asep, ia memastikan padamnya aliran listrik pada Minggu (4/8) bukan disebabkan karena pembangkit listrik di PLTU Suralaya alami kerusakan, melainkan transmisi 500 kv di Ungaran tersebut.

Menurutnya, sejak kemarin, Senin (5/8), sesuai dengan permintaan Pusat Pengatur Beban (P2B) di Cinere, Depok, pihaknya mengaktiftkan empat pembangkit listrik guna memasok listrik ke transmisi 500 kv tersebut.

Dijelaskan Asep, PLTU Suralaya bertugas memproduksi listrik, sedangkan untuk pendistribusian berada di kewenangan P2B. Termasuk persoalan padamnya aliran listrik, menurutnya yang bisa menjelaskan bukan pihak PLTU Suralaya. “Lebih jelasnya tanya saja ke P2B,” ujarnya.

Di Kota Cilegon sendiri pemadaman aliran listrik kembali terjadi secara bertahap pada pukul 12.11. Pada saat itu, paripurna pengumuman Ratu Ati Marliati sebagai Wakil Walikota Cilegon sisa periode 2016-2021 mengalami gangguan dengan padamnya aliran listrik.

Listrik tiba-tiba padam saat Ati dan Walikota Cilegon Edi Ariadi menerima ucapan selamat dari sejumlah pihak yang menghadiri paripurna tersebut. Kemudian, pemadam listrik berlangsung hingga malam hari. Sejak pukul 18.30 pemadaman aliran listrik semakin meluas. (Bayu Mulyana)