Rapat kerja teknis pengawasan evaluasi pemungtan dan penghitungan suara di Hotel Bumi Katineung, Rangkasbitung.

LEBAK – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tiga kecamatan di Kabupaten Lebak merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di masing-masing TPS yang terdapat pelanggaran.

Yakni di TPS 9 Desa Bojongcae dan TPS 13 Pasarkeong, Kecamatan Cibadak, TPS 13 Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, dan TPS 4 Desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Lebak Odong Hudori mengatakan, hasil rapat kerja teknis pengawasan pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan pengawas TPS dan Panwaslu tingkat kecamatan, terdapat beberapa temuan dalam penyelenggaraan pencoblosan di Lebak. Di antaranya, ada warga yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan daftar pemilih khusus (DPK) yang ikut mencoblos di Kecamatan Muncang dan Rangkasbitung. Sementara itu, di Kecamatan Cibadak ada dua TPS yang menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU), karena melanggar prosedur pemungutan dan penghitungan suara.

“Panwaslu Kecamatan Muncang, Rangkasbitung, dan Cibadak merekomendasikan empat TPS untuk melakukan pemungutan suara ulang, karena melabrak aturan tentang pemilu,” kata Odong Hudori kepada Radar Banten di kantornya, Jumat (19/4).

Menurutnya, rekomendasi PSU dikeluarkan Panwaslu tingkat kecamatan. Mereka hari ini akan mengirimkan rekomendasi PSU kepada panitia pemilihan kecamatan (PPK). PPK memiliki waktu 10 hari setelah pencoblosan untuk melaksanakan PSU.

“Jadi, setelah pemungutan suara 17 April, PPK punya waktu untuk menyelenggarakan pemungutan suara ulang di empat TPS yang direkomendasikan,” jelasnya.

Selain merekomendasikan pencoblosan ulang, Panwaslu Kecamatan Rangkasbitung dan Panwaslu Sajira merekomendasikan penghitungan suara ulang di dua TPS. Proses penghitungan suara ulang dilakukan, karena ada selisih jumlah pemilih dengan surat suara yang digunakan. Namun, proses penghitungan suara ulang baru bisa dilaksanakan pada rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

“Karena kotak suara sudah disegel maka proses penghitungan suara ulang baru dilaksanakan pada saat rapat pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan,” jelasnya.(Mastur)