Empat Wisatawan Hanyut di Pantai Ciantir

0
268 views

BAYAH – Empat orang wisatawan asal Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, hanyut di Pantai Ciantir, Kecamatan Bayah, Minggu (27/9) pukul  6.30 WIB.

Keempatnya hanyut, saat berenang. Untung, tiga orang wisatawan berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu orang hilang, dan hingga kini masih dalam proses pencarian tim search and rescue (SAR).

Sebelumnya, empat wisatawan itu mendirikan tenda dan menginap di sekitar pantai tersebut. Namun, sekira pukul 6.00 WIB, mereka bermain di pantai sambil berenang. Saking asiknya, keempatnya pun terbawa arus air laut.

Mereka adalah Fiqih Rahadian (18), Tegar Ramadan (17), Afrizal Kurnia Putra (17) dan Hafidz Alwi Jamalul Lail (20).  Korban Hafidz hingga kini masih proses pencarian, karena hilang akibat digulung ombak.

Pelaku wisata asal Sawarna, Kecamatan Bayah, Erwin Komara Sukma membenarkan, telah terjadi kecelakaan laut di Pantai Ciantir pada Minggu pagi. Sebanyak empat orang wisatawan asal Jakarta terseret ombak di tepi pantai. Tiga orang wisatawan berhasil menyelamatkan diri, namun satu orang dilaporkan hilang dan sekarang masih dalam proses pencarian.

“Iya (terjadi kecelakaan laut), tadi pagi pukul 6.30 WIB. Mereka wisatawan dari Jakarta Selatan yang sedang berlibur di sini,” kata Erwin Komara Sukma kepada Radar Banten, kemarin.

Mantan anggota DPRD Lebak ini mengungkap, lifeguard, nelayan, dan masyarakat ikut membantu melakukan pencarian terhadap wisatawan yang hilang. Sekarang, sudah ada tim SAR dari Basarnas Banten, TNI, dan Polri yang melakukan pencarian di darat maupun pesisir pantai.

“Masih dalam proses pencarian. Harapannya, cepat ditemukan karena kasihan keluarga dan rekan-rekannya yang menunggu kepastian mengenai keberadaan korban yang hilang,” terangnya.

Humas Basarnas Provinsi Banten Sito Warsito mengatakan, sudah menerjunkan tim ke Pantai Ciantir untuk melakukan pencarian terhadap korban. Basarnas bekerja sama dengan TNI, Polri, lifeguard, dan nelayan untuk mencari korban yang hilang.

“Proses pencarian akan terus dilakukan sampai korban ditemukan,” ungkapnya. (tur/zis)