Enak Dipandang, Jalanan di RT 08 Kubang Penuh Hiasan

TAKTAKAN – Laksana di Puncak, Bogor. Asri dan sejuk. Hiasan di kanan-kiri jalan menambah pemandangan semakin indah. Enak dipandang. Gambaran ini dapat dinikmati ketika melintasi jalanan di RT 08 RW 05, Lingkungan Kubang, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan.

Suasana itu dirasakan Radar Banten ketika mengunjungi RT ini, Selasa (30/6). Hiasan berupa bambu yang dikombinasikan dengan ban motor bekas berjejer di pinggir sepanjang jalan sekira 500 meter. Hiasan warna-warni ini mulai dari depan kampung di dekat gapura hingga permukiman warga.

Menurut Ketua RT 08 Sanian, hasil penataan lingkungannya itu karena pengurus RT dan warga tidak mau menyia-nyiakan pontensi keindahan alam di kampung mereka. RT ini berada di dataran tinggi.

“Makanya, sepanjang jalan kita pasang hiasan. Semua ini hasil swadaya warga,” jelas Sanian.

Perubahan lingkungan RT 08 terjadi karena tekad dan kekompakan warganya. Mereka tidak segan ketika diajak iuran sesuai kemampuan untuk membuat kampungnya bersih, indah, dan aman.

Sumbangan dari wargabukan hanya dalam bentuk uang. Tapi juga barang seperti bambu, ban bekas, paku, dan makanan atau minuman untuk warga yang bergotong royong. “Bahkan, absensi saat gotong royong juga ada,” terang Sanian.

Gotong royong warga RT 08 rutin dilakukan setiap hari Jumat. Namun, terkadang diteruskan pada Sabtu dan Minggu jika target penataan belum selesai dalam sehari.

“Biasanya, yang ikut gotong royong paling sedikit 40 orang,” sebut Sanian.

Ia berencana mengajak warga gotong royong lagi pada pekan depan. Kegiatannya adalah menambal jalan di sekitar permukiman yang rusak. Soalnya, waktu penilaian tahap pertama Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020, tim juri menilai, lingkungan RT 08 akan makin sempurna kalau jalannya bagus.

“Ditambal pakai adukan semen dan pasir aja, yang penting enggak kelihatan parah banget,” ujarnya.

Lurah Cilowong Bahtiar mengakui jika masih ada jalan di RT 08 yang rusak. Namun, itu bukan kendala lantaran pihaknya sudah berkoordinasi dengan warga untuk menambalnya.

“Cuma sedikit (kerusakannya-red). Yang penting penataannya bagus, bersih dan aman,” pungkas Bahtiar. (mg06/don)