MOUNTAIN VIEW – Tak hanya memenuhi kebutuhan jasmani, aneka program juga dirancang oleh Google maupun inisiatif karyawan sendiri untuk memuaskan kebutuhan rohani.

Acara yang paling ditunggu ribuan karyawan Google adalah TGIF (Thanks God It’s Friday) yang berlangsung setiap Kamis malam sejak Google berdiri.

Menurut Budi, TGIF adalah salah satu program yang menunjukkan bahwa freedom of speech dijunjung tinggi di Google. “Di TGIF, kami semua bisa bertanya mulai soal paling serius hingga paling ridiculous,” ungkapnya.

Yang menjawab pun tak tanggung-tanggung, Larry Page dan Sergey Brin langsung. “Jadi, saat itu langsung ada jawaban sekaligus keputusan,” tutur dia. Di setiap sesi, selalu ada pertanyaan yang paling difavoritkan dalam voting online.

Atas semua fasilitas itu, tidak ada jam kerja pasti bagi karyawan Google. Mereka bisa masuk, masuk cuma satu jam, bahkan tidak masuk pun tak dipermasalahkan.

Menurut Jerry, warga Rungkut, Surabaya yang sudah lima tahun bekerja untuk unit artificial intelligence di Google, perusahaan itu mementingkan hasil. Sementara untuk proses, Google percaya penuh kepada karyawan dan manajernya.

Sedangkan cuti dijatah 15 hari untuk karyawan yang bekerja kurang dari tiga tahun. Jika masa kerja di atas tiga tahun, karyawan boleh cuti sampai 30 hari. Jumlah cuti yang lebih besar didapat jika karyawan dikaruniai buah hati.

Sang ayah, jika karyawan Google, boleh off sampai tiga bulan. Sedangkan karyawan perempuan yang melahirkan diberi hak cuti hingga enam bulan. “Saat kerja lagi setelah melahirkan, saya sudah tak waswas dengan bayi saya yang sudah cukup besar,” kata Amanda, karyawan lima tahun di Google yang sudah punya dua anak.

Di luar hak libur, karyawan juga boleh off tanpa dihitung cuti jika sakit mendadak seperti flu, menjaga keluarga inti yang lagi sakit, atau ada keperluan yang dianggap penting lainnya dengan seizin manajer. (jpnn/rbc)