Enam Atlet Judo Banten Lolos PON XIX

Ilustrasi/ Inet

SERANG – Pengurus Besar (PB) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) resmi menerbitkan surat keputusan (SK) kuota atlet yang lolos Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016. Dari SK tersebut, delapan atlet judo Banten dinyatakan lolos PON. Namun, hanya enam atlet yang lolos sesuai kuota KONI Banten karena mampu bertengger pada peringkat lima besar nasional.

Keenam atlet yang lolos PON terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Tiga atlet putra, yaitu Dickiy Zulfikar kelas -55 kilogram (peringkat kedua nasional/Kabupaten Tangerang), Sulaeman kelas -60 kilogram (peringkat kelima nasional/Kota Serang), dan Sutrisno kelas -90 kilogram (peringkat kelima nasional/Kota Serang). Sedangkan tiga atlet putri, yakni Septiani Triastuti kelas -48 kilogram (peringkat tiga nasional/Kabupaten Tangerang), Nurbiah kelas -52 kilogram (peringkat kelima nasional/Kabupaten Pandeglang), dan Nur Oktavian kelas -78 kilogram (peringkat keempat nasional/Kota Tangerang).

Bendahara Pengurus Provinsi (Pengprov) PJSI Banten Sukisna mengatakan, SK PB PJSI diterbitkan pada 19 Januari 2016. Atlet yang lolos PON berdasarkan poin yang dinilai oleh PB semenjak tahun 2013. “Cabang olahraga (cabor) judo tidak ada Pra-PON, atlet yang lolos berdasarkan poin. Atlet yang tampil di setiap kejuaraan resmi setelah PON XVIII Riau 2012 akan mendapatkan poin sesuai prestasi yang ditorehnya,” kata Sukisna di ruang kerjanya Makorem 064/Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (11/2/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Sukisna menambahkan, poin yang diraih atlet dari tahun 2013 hingga 2015 diakumulasi pada Desember 2015. “Dari akumulasi poin tersebut akan muncul ranking untuk masing-masing kelas. Kalau dari PB, sepuluh besar di masing-masing kelas dinyatakan lolos PON. Tapi, kita kan mengacu pada target KONI Banten yang hanya akan mengirim atlet lima besar ke PON nanti,” imbuhnya.

Pasca diterbitkannya SK oleh PB, pihaknya langsung tancap gas melakukan persiapan. “Atlet langsung menggelar pemusatan pelatihan daerah (pelatda) PON di Dojo Toray, Kota Tangerang. Sementara, latihan masih sekitaran persiapan umum, seperti pemulihan fisik dan kebugaran,” terang Sukisna.

Sementara itu, Kepala Pelatih Judo Banten Suwarno Awaludin menyatakan, jumlah atlet yang lolos PON XIX Jawa Barat melampaui capaian pada PON XVIII Riau 2012 dengan hanya meloloskan lima atlet. “Meski hanya bisa meloloskan lima atlet, prestasi di PON lalu lumayan bagus. Kita sukses menggondol tiga keping medali di PON lalu, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Tapi, peraih medali emas kita di PON lalu Vincent Madjid sudah tidak lagi bergabung di tim judo. Dia (Vincent-red) sudah memilih olahraga lain untuk berkarir,” ucapnya.

Meski tanpa diperkuat Vincent, ia masih optimistis tim judo Banten mampu menuai prestasi di PON XIX. “Kalau melihat prospek atlet yang lolos, kami yakin bisa meraih medali. Tiga atlet menjadi andalan kami, yakni Dickiy Zulfikar, Sutrisno, dan Septiani Triastuti. Tapi, tiga atlet lainnya juga memiliki peluang besar untuk membuat kejutan,” tandas Suwarno. (RB/dre/air/dwi)