Enam Mobil Tabrakan di JLS, Satu Tewas Tergencet

CILEGON – Kecelakaan beruntun terjadi di kilometer 4, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Lingkungan Ciberko, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Jumat (7/9). Enam mobil yang terlibat dalam kecelakaan itu mengakibatkan satu sopir truk tewas di lokasi kejadian, sedangkan pengendara lain mengalami luka-luka.

Kapolsek Cibeber AKP Dedi Rudiman mengatakan, kecelakaan maut terjadi sekira pukul 18.00. Kecelakaan maut itu ditangani langsung oleh unit laka lantas Polres Cilegon. “Benar, informasi yang diperoleh satu meninggal dunia, namun datanya korban tewas belum diketahui, untuk lebih lanjut ditangani oleh unit laka Polres Cilegon, Polsek (Cibeber) hanya pengaturan lalu lintas saja,” ujar Dedi saat dikonfirmasi Radar Banten melalui sambungan telepon selular.

Dedi menjelaskan, kecelakaan itu terjadi dari arah Kecamatan Ciwandan menuju Gerbang Tol Cilegon Timur. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat rem blong. “Sesaat setelah menerima informasi petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk evakuasi dan pengamanan,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, kecelakaan bermula saat dump truk warna orange dengan nomor polisi B 9699 HH melaju dari arah Ciwandan menuju Gerbang Tol Cilegon Timur. Di lokasi kejadian truk hilang kendali diduga akibat rem blong.

Sang sopir yang belum diketahui identitasnya itu tak kuasa untuk mengendalikan laju truk dan akhirnya menabrak lima kendaraan di depannya. Lima kendaraan di depan truk nahas bermuatan pasir tersebut yaitu truk berwarna putih dengan nomor polisi B 9267 B , Nissan Xtrail dengan nopol A 1590 AX, Toyota Rush A 1536 FO, Toyota Yaris B 1627 FYO, dan Nissan Grand Livina A 1604 FC.

Satu orang korban meninggal dari kecelakaan itu adalah sopir truk dengan nomor polisi  B 9699 HH. Korban berjenis kelamin laki-laki itu meninggal setelah terjepit di ruang kendali truk yang ringsek akibat tergencet. Korban meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RKSM) Cilegon.

Salah satu korban selamat, Andi menuturkan, merasa kaget setelah ada mobil yang menabraknya dari belakang. Karena dorongan sangat keras, mobil Nissan X-Trail yang dikemudikannya hilang kendali sehingga membuatnya terpaksa banting setir ke kanan.

Keputusan Andi membanting setir ke kanan dinilai tepat sehingga ia tidak tergencet antara kendaraan yang berada di belakang dan di depan. “Truk yang menabrak mobil saya terus melaju sampai menabrak beberapa kendaraan di depan saya, baru berhenti setelah menabrak truk warna putih. Saat kecelakaan tidak membunyikan klakson atau lampu dim, tiba-tiba nabrak saja,” ujarnya.

Kecepatan mobil yang dikemudikan saat kecelakaan itu terjadi tidak cepat, berkisar pada 40 KM per jam. Ia tidak mengetahui kecepatan truk yang menghantam mobilnya itu. Kata dia, setelah menabraknya, truk itu menabrak mobil lainnya salah satunya Yaris hingga mobil itu terbalik. “Saya lihat sih sopir Yaris berhasil keluar, saya juga pas habis banting setir langsung keluar,” tuturnya.

Andi mengaku bersyukur nyawanya bisa selamat dari kecelakaan maut itu. “Mobil sih rusak lumayan ini, tapi syukurnya saya selamat,” ujarnya. (Bayu M/RBG)