Enam RT di Kelurahan Nyapah Telah Berbenah meskipun Belum Resik

0
287 views

WALANTAKA – Enam RT di Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, sudah berbenah. Namun, masih ada yang kurang. Kebersihan lingkungannya belum terjaga dengan baik.

Kemarin (8/9), dua tim Juri Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 mendapat tugas untuk menilai keenam RT di Kelurahan Nyapah. RT 02 RW 05, Lingkungan Nyapah Serut; RT 02 RW 02, Lingkungan Nyapah Kiara; dan RT 03 RW 02 Lingkungan Nyapah Inpres; dikunjungi oleh Tim 5 Juri LRLA. Sementara, Tim 6 Juri LRLA menilai lingkungan RT 04 RW 02 dan RT 05 RW 02 di Lingkungan Nyapahmasjid dan RT 01 RW 05, Lingkungan Nyapah Cerlang.

Secara garis besar, keenam RT menunjukkan perubahan. Penataan lingkungannya, penghijauannya, dan keamanannya telah berbeda. Lebih baik dibandingkan saat tim juri melakukan penilaian tahap pertama pada awal Mei lalu.

Juri perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Serang dr Lenny Suryani membenarkan soal itu. Tiga RT yang dinilai oleh Tim 5 Juri LRLA tersebut lebih baik penataannya. ”Sekarang lebih rapi dan hijau,” katanya kepada Radar Banten.

Perubahan wajah ketiga RT itu, diakui Lenny, berkat peran dan bimbingan dari Pemerintah Kelurahan Nyapah. Lurah Nyapah Oewin Kurniawan ikut membantu pembelian bibit tanaman. Sehingga, halaman rumah warganya sudah terlihat hijau.

”Waktu dulu mah belum ada apa-apa alias zonk. Tapi sekarang jadi bagus,” ujarnya.

Namun, Lenny menyayangkan usaha warga ketiga RT itu. Belum optimal. Sebab, lingkungannya masih belum benar-benar resik. Masih ditemukan banyak sampah plastik di sejumlah lokasi.

Lenny pun menyarankan agar warga melaksanakan gotong royong satu kali dalaml sepekan. Sarannya itu salah satu solusi untuk mengatasi persoalan kebersihan lingkungan. ”Kegiatan Jumat Bersih harus diaktifkan,” ujarnya.

Upaya warga berusaha memenuhi kriteria penilaian lingkungan berbunga sesuai kategori LRLA, terlihat di RT 02 RW 02, Lingkungan Nyapah Kiara. Kampung ini tak cuma bersih dan penuh penghijauan. Tanaman bunga juga berderet rapi di pinggir sepanjang jalan.

”Saya senang, partisipasi warga sudah muncul di sini. Tapi, di tiga RT ini belum ada yang memiliki SK kelompok sadar lingkungan dan sadar hukum,” tukas Lenny.

Sementara itu, Tim 6 Juri LRLA mendapatkan hasil serupa. RT 04 RW 02 dan RT 05 RW 02 di Lingkungan Nyapahmasjid dan RT 01 RW 05, Lingkungan Nyapah Cerlang, telah berbenah. Banyak perubahannya.

Yang paling kentara adalah pemagaran. Warga telah memagari jalan di kampungnya. Bahkan, panjang pagar bambu yang dipasang mencapai 1 kilometer, dari pintu masuk RT 04 RW 02 hingga bagian belakang RT 05 RW 02 di Lingkungan Nyapahmasjid. Kedua RT bersebelahan. 

Di atas pagar bambu, terjalin rangkaian lampu hias. Kerlap-kerlip dan semarak penuh warna ketika lampu hias dinyalakan pada malam hari. Pemandangan itu terlihat dari video yang ditunjukkan Lurah Nyapah kepada tim juri.

Perubahan di tiga RT ini merupakan hasil swadaya warganya. ”Sudah ada perubahannya. Gapuranya baru. Ini artinya, partisipasi warganya bagus,” kata Emi Sumiyati, juri perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang.

Perubahan di tiga RT ini juga belum sejalan dengan kebersihan lingkungannya. Masih kotor.

Dari segi keamanan, Iptu Sriyanto menilai, cukup lumayan. Alat keamanan di pos ronda mulai dilengkapi. ”Kemaanan juga kondusif,” terangnya.

Oewin Kurniawan mengakui jika kebersihan di wilayahnya belum maksimal. Namun, ia akan berusaha menerapkan semua saran juri terkait kebersihan.

”Pasti, setelah LRLA, kegiatan menjaga kebersihan akan terus kami galakkan,” tegasnya.

Kendati demikian, Oewin tetap mengaku bangga dengan partisipasi warganya menata kampung. ”Insya Allah, kalau prosesnya kita lalui, hasilnya pasti bagus,” harapnya. (mg06/don)