Entaskan Desa Tertinggal, Bupati Irna Temui Kemendesa

0
406 views
MENGOPERASIKAN MESIN: Bupati Irna Narulita mencoba mengoperasikan mesin rontok, di area persawahan Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Sabtu (18/2).

PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang terus berupaya mengatasi persoalan desa tertinggal yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Caranya, dengan mendatangi Kementerian Desa (Kemendesa) Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), yang dipimpin langsung Bupati Irna Narulita, Kamis (2/3).

Ditemui di gedung DPRD Pandeglang, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Fery Hasanudin membenarkan dilakukannya pertemuan antara Pemkab dengan pemerintah pusat. Ia menerangkan, selain Bupati Pandeglang, yang hadir juga puluhan kepala daerah dari beberapa provinsi di Indonesia dengan materi bahasan cara mengentaskan desa tertinggal. “Iya, Ibu (Bupati Irna Narulita-red) memang ke kementerian untuk menemui Pak Menteri Eko Putro Sandjodjo. Selain membahas program kerja, juga membahas pemecahan masalah desa tertinggal,” kata Fery, kemarin.

Fery mengklaim, jumlah desa tertinggal di Kabupaten Pandeglang terus berkurang, dari sekira 117 desa tertinggal yang tersebar di beberapa kecamatan di Pandeglang, tinggal 80 desa lagi. “Intinya, kita (Pemkab) terus berupaya untuk mengentaskan desa tertinggal ini. Makanya, Ibu Bupati pergi ke Jakarta menemui Pak Menteri,” katanya.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Bupati Irna Narulita menceritakan, selain menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kemendesa PDTT, juga membahas mengenai pengelolaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) agar pengelolaannya lebih jelas dan terarah. Hal itu agar Pandeglang segera terbebas dari predikat desa tertinggal. “Karena DD ini jelas dipergunakan untuk pembangunan demi tercapainya kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat desa. Kami harap ini akan menjadi sebuah acuan dan tolok ukur yang jelas dalam penggunaan dana desa agar dana desa yang besar ini tidak disalahgunakan,” katanya.

Menurut Irna, untuk mengatasi persoalan desa tertinggal, ada empat program prioritas yang dicanangkan pihak Kemendesa PDTT, seperti pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes), pengembangan produk unggulan desa (prudes), pembuatan embung desa, dan pembuatan sarana olahraga desa. “Mohon doanya saja, mudah-mudahan Pandeglang tidak ada lagi yang namanya desa tertinggal. Makanya, tadi kita bahas program apa saja yang bisa mengatasi persoalan itu (desa tertinggal-red),” katanya.

Selain itu, Irna juga menceritakan, hasil pertemuan dengan pihak kementerian berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, sasaran pembangunan desa untuk mengurangi jumlah desa tertinggal sebanyak 5.000 desa dan meningkatkan jumlah desa mandiri sebanyak 2.000 desa. “Mudah-mudahan di masa kepemimpinan Ibu (Irna menyebut namanya-red) semua desa dengan predikat tertinggal bisa teratasi dan tidak ada lagi desa tertinggal,” katanya. (Adib F/Radar Banten)