Es Jus Kode yang Melegenda di Pasar Lama Kota Tangerang

0
5.962 views
Suasana di warung es jus kode. Foto kanan: Buah buahan bahan jus.

Di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang banyak yang menyajikan aneka kuliner. Salah satu yang legendaris adalah es jus kode. Bisnis es jus yang dimulai sejak tahun 1960 ini tetap bertahan hingga sekarang. Padahal, dagangan yang dijual cuma es jus.

Menemukan warung es jus kode di Jalan Soleh Ali, Kecamatan Tangerang tak sulit. Hampir semua masyarakat sudah mengetahui ketika menanyakan jus ini. Lokasinya persis dekat Jalan Veteran yang juga menjadi kawasan pendidikan.

Radar Banten, kemarin, mendatangi tempat jus kode. Waktu menunjukkan pukul 15.30 WIB. Saat sampai di tempat tersebut, tak kelihatan plang nama. Masyarakat sekitar yang menjadi penunjuk arah di mana jus kode.

Memang saat tiba, tidak kelihatan kalau itu warung jus. Maklum dari tem-patnya lebih cocok untuk tempat prasmanan. Aktivitasnya di sana cukup ramai. Beberapa pekerja nampak sibuk menyiapkan beberapa aneka jus.

Pembeli datang-pergi. Menjelang sore, pembeli semakin banyak karena waktu berbuka hampir tiba. Ada beberapa bangku di lokasi tersebut. Beberapa kacang dan krupuk dalam jumlah kecil juga terpampang.

Di depan kasir terlihat daftar menu. Dari es campur, es teler, es buah, es alpukat, es kelapa, es lemon, jus alpukat, jus sirsak, jus mangga, jus melon, jus tape, jus belimbing, jus buah naga, jus wortel. Harganya juga terhitung murah, dari Rp4 ribu hingga Rp15 ribu.

Dari dalam warung terlihat aktivitas pekerja yang memeras sejumlah buah. Pesanan memang cukup banyak. Tangan pekerja sudah lihai. Pengerjaan satu jus kurang dari satu menit. Konsumen sudah dapat menikmati minuman tersebut.

Sang pemilik, Andi (46) terlihat menghitung uang dari balik warung. Sore itu ia memang sibuk karena pembeli yang mulai ramai untuk berbuka puasa. Di tengah kesibukan, ia berkenan untuk berkisah tentang bisnis jus.

Menurut Andi, bisnisnya hanya melanjutkan dari sang bapak yang sudah merintis sejak 50 tahun lalu. Saat awal berjualan lokasinya tidak di sini. Tapi dekat dengan area Pasar Lama. Namun masih dalam satu kawasan di sini.

Ia berkisah sejak awal, sang bapak memang sudah berdagang jus. Waktu itu tidak ramai seperti sekarang dimana penjual jus hampir mudah ditemui. Seiring berjalan waktu, bisnisnya diserahkan kepadanya.

Ia mengambil alih pada 1992. Mengenai penamaan kode, berasal dari bahasa Cina Benteng. Artinya saudara lelaki paling besar. Juga biasa dibilang berasal dari nama bapaknya. Orang-orang memanggil ”kode”. Kawasan di sini semuanya berhubungan saudara.

Nah, kebetulan bapaknya termasuk orang yang dituakan. Maka itu ketika memulai usaha bisnis, namanya kode. Tidak ada arti khusus. Ya, sebutan orang laki-laki yang dituakan.

Ia mengaku selama menjalankan bisnis, tidak pernah melakukan promosi. Misal pakai media sosial yang sekarang kerap dilakukan. Pembeli berdatangan dari mulut ke mulut. Andi enggan berpromosi karena merasa bisnis belum besar. Pangsa pasarnya adalah kelas karyawan dan masyarakat menengah ke bawah.

”Saya belum merasa besar, kok. Masih biasa-biasa aja. Maka itu tidak pernah promosi,” katanya.

Mengenai rasa, ia mengaku itu selera konsumen. Ia tidak mau dibilang jusnya enak. Semua yang menentukan konsumen. Kalau pembeli banyak, itu ada sesuatu yang berbeda dimiliki jusnya. Meski demikian, ia tidak berani bilang rasa jus enak. Harus dicicipin dulu. Meski begitu dalam sehari ia bisa menjual ratusan jus.

“Enggak menghitung namun di atas 100,” imbuhnya.

Suasana kedai miliknya kian sore tambah ramai. Mereka rata-rata ingin beli untuk berbuka puasa. Salah satunya adalah Dian. Ia menjadi pelanggan setia sudah dua tahun. Ia mengungkapkan istimewanya. Yaitu terletak pada kekentalan jus dan keramahan sang pemilik warung jus.

”Saya beli jus alpukat buat buka. Ini tidak akan makan lagi karena kenyang, kental sekali. Takaran air gula atau susunya pun bisa kita yang menentukan, tinggal bilang saja, gula dan susunya sedikit saja, dia pasti akan catat dan jus disajikan sesuai pesanan, tidak akan kecewa deh,” ujar Dian.

Memang benar, di warung yang tidak megah apalagi bintang lima ini, sang pemilik dengan sabarnya melayani teriakan pesanan dari pembelinya yang berdesakan. Ada satu faktor lagi kenapa warung Jus Kode ini ramai.

Bayangkan, untuk menikmati satu gelas jumbo original jus buah, anda cukup membayar Rp10 ribu saja. ”Ya betul, sedangkan kalau mix dengan dua macam buah cukup Rp8 ribu saja,” ujarnya.

Rasa bintang lima, tapi harga tetap kaki lima. (Firdaus Rahmadi/RBG)