Evakuasi Korban Longsor Masih Berlangsung, Anggota TNI Tandu Warga

0
1.070 views


LEBAK – Evakuasi korban longsor yang terisolasi terus dilakukan tim search and rescue (SAR). Bahkan, warga Cigobang dan Muhara baru bisa keluar dari wilayahnya setelah dua hari terisolasi akibat longsor yang menutupi akses jalan menuju daerah terdekat.

Pantauan Radar Banten di Kampung Jaha, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, masyarakat dari Kampung Cigobang berhasil keluar dari kampungnya dengan jalan kaki. Mereka tampak lelah dan sebagian harus ditandu oleh anggota TNI yang stand by di lokasi. Dua unit alat berat dioperasikan untuk menyingkirkan material longsor yang menutupi badan jalan raya. Warga yang kelelahan kemudian dibawa menggunakan ambulans milik Front Pembela Islam (FPI) ke posko pengungsian di Banjaririgasi.

Bupati Iti Octavia Jayabaya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Dede Jaelani dan Koordinator Penanggulangan Bencana Daerah Budi Santoso meninjau langsung proses pembukaan jalur evakuasi. Iti tampak meneteskan air mata ketika menyaksikan warga Cigobang dievakuasi anggota TNI dengan cara ditandu dan digendong.

Hadi, warga Cigobang, mengatakan, dirinya berjalan melintasi jalan setapak beberapa jam untuk sampai ke lokasi penjemputan. Beberapa orangtua dan wanita hamil kelelahan, sehingga mengalami sakit di kaki dan pusing-pusing.

“Saya jalan kaki beberapa jam untuk sampai di sini, karena saya dan warga kampung terisolasi lebih dari dua hari akibat longsor,” ungkapnya singkat.

Bupati Iti Octavia Jayabaya mengatakan, di hari ketiga pasca-bencana banjir dan longsor, Pemkab terus mengupayakan evakuasi bagi masyarakat yang terisolasi. Kondisi medan yang berat dan sulit dijangkau membuat bantuan logistik tidak bisa didistribusikan ke daerah yang terisolasi. Karena itu, Iti berharap ada bantuan helikopter untuk mendistribusikan logistik ke Cigobang dan Lebak Situ.

“Kita terus upayakan membuka jalan dan mengevakuasi korban longsor yang masih terisolir di Cigobang, Muhara, dan Lebaksitu,” ungkapnya. (Mastur)