Menristekdikti Mohamad Nasir bersama Gubernur Banten Wahidin Halim dan Rektor Untirta Soleh Hidayat di Kampus Untirta, Kota Serang, Jumat (10/5). Foto: Qodrat/Radar Banten

SERANG – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti ) Mohamad Nasir menilai permasalahan kesehatan di Banten masih tinggi. Diharapkan kehadiran fakultas kedokteran (FK) dapat mendukung kesehatan yang ada di Banten.

Nasir mengatakan, kesehatan di Banten masih bermasalah. “Saya sudah bicara dengan Menteri Kesehatan, problem Banten masalah kesehatan harus kita dorong,” ujar Nasir usai penyerahan Surat Keputusan Menristek tentang Izin Pembukaan Program Studi FK Untirta di gedung auditorium Untirta, Jumat (10/5).

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Banten Wahidin Halim, Rektor Untirta Prof Sholeh Hidayat, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Banten, serta tamu undangan lainnya.

Kata Nasir, apabila kesehatan tidak bagus maka pendidikan juga tidak akan berkualitas. Dengan kesehatan yang baik, sumber daya manusia juga akan meningkat.

Ia mengaku baru mengetahui usulan FK Untirta tahun 2017. “Gubernur menghadap saya. Saya punya konsep setiap provinsi memang harus ada fakultas kedokteran,” terangnya.

Kata dia, FK ini baru pertama di Banten. Diharapkan, FK ini berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan di Banten. Nasir mengatakan, FK harus mendapatkan dukungan pemerintah daerah.

Di bagian selatan Banten, kesehatan masih menjadi masalah, MCK saja bermasalah. Di bagian utara Banten juga masih ada masalah kesehatan. Padahal, Banten dekat dengan Jakarta. (Rostinah)