Fasilitas di Stasiun Rangkasbitung Minim

PT KAI Diminta Lakukan Pembenahan

Ilustrasi.

RANGKASBITUNG – Anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Banten I Anda meminta manajemen PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), untuk membenahi dan menambah fasilitas pendukung supaya masyarakat lebih aman dan nyaman saat berada di stasiun.

Anda menilai, fasilitas pendukung yang saat ini ada di Stasiun Kereta Api (KA) Rangkasbitung masih sangat minim. “Manajemen PT KCJ semestinya memperhatikan fasilitas pendukung seperti toilet umum dan musala. Dengan hanya tersedia empat toilet dan satu musala ukuran kecil tidak akan mampu menampung calon penumpang,” kata politkus Partai Gerindra itu, kemarin.

Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lebak itu meminta agar manajemen PT KCJ segera melakukan evaluasi terhadap sarana di stasiun. Apalagi, keberadaan toilet dan musala cukup vital. Mengingat, di dalam KRL tidak ada fasilitas toilet. “Saya berharap pembangunan fasilitas toilet dan musala tidak begitu lama. Saya sendiri siap membangunkannya bila memang tidak sanggup membangunnya. Dan telah saya sampaikan langsung kepada kepala stasiunnya,” kata ketua Dewan Pembina DPD Gerindra Banten ini.

Menurut Anda, masyarakat Rangkasbitung antusias dengan pengoperasian KRL. Akan tetapi, fasilitasnya harus segera dibenahi supaya pengguna jasa KRL aman dan nyaman. “Tidak hanya itu, di dalam KRL juga tidak disediakan toilet dan tempat duduk terbatas. Karenanya, para penumpang harus berdiri dan berdesak-desakan dari Rangkasbitung ke Jakarta dan sebaliknya. Ini juga harus menjadi bahan evaluasi. Toilet cukup penting,” paparnya.

Diakui Anda, dalam sepekan dirinya satu sampai dua kali menggunakan KRL untuk pergi ke Jakarta menunaikan tugasnya sebagai wakil rakyat di Senayan. “Fasilitasnya harus dibenahi dan ditambah. Jangan sampai, pengguna jasa kereta api dirugikan. Saya hanya sesekali saja menggunakan KRL,” tegasnya.

Kepala Stasiun KA Rangkasbitung Endarno mengakui fasilitas penunjang yang ada di Stasiun Rangkasbitung masih minim. Oleh karena itu, ia mengaku, pihaknya masih terus melakukan evaluasi perbaikan agar ke depan masyarakat pengguna jasa model transportasi massal itu bisa lebih nyaman. “Memang untuk toilet dan musala masih minim kita akui. Karenanya, kita akan terus melakukan evaluasi. Pastinya kita akan lakukan perbaikan. Disabilitas saja kita perhatikan seperti tangga,” ujar Endarno.

Ia pastikan fasilitas pendukung di stasiun bakal ditingkatkan sehingga masyarakat yang menjadi pengguna jasa KRL akan lebih aman dan nyaman. “Kita akan terus berubah ke arah yang lebih baik. Lonjakan penumpang dua kali lipat sejak KRL dioeprasikan, kini dalam sehari bisa mencapai 11 ribu hingga 16 ribu penumpang diberangkatkan, dari biasanya enam ribu penumpang,” katanya. (Ence/Radar Banten)