Fasilitas Umum Alun-alun Berkah Disapu Angin Kencang

0
776 views

PANDEGLANG – Sejumlah fasilitas umum di pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang mengalami kerusakan akibat diguyur hujan disertai angin kencang, Rabu (17/10) sekira pukul 14.35 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat menerangkan, fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang, di antaranya di kawasan Alun-alun Berkah dan kantor Sekretariat Daerah (Setda). “Di Alun-alun Berkah selain banyak pohon tumbang dan menimpa satu unit mobil milik pedagang jus buah, juga ada sarana olahraga yang rusak, yakni ring basket ambruk, awning di Taman Berkah juga ambruk, serta plafon ruang lobi Setda Pemkab juga ambruk,” kata Asep saat evakuasi sejumlah pohon tumbang di kawasan Alun-alun Berkah Pandeglang, kemarin.

Berdasarkan laporan yang Asep terima, selain kerusakan beberapa fasilitas umum di pusat pemerintahan, satu unit rumah penduduk ambruk di Kampung Ciekek, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, dan satu unit warung kopi ambruk di kawasan Terminal Kadubanen. “Namun untuk rumah dan warung itu belum kami cek, kondisinya kami belum tahu,” katanya.

Asep mengaku, belum mengetahui jumlah kerugian kerusakan fasilitas tersebut lantaran belum dilakukan penghitungan. “Kami belum menghitung berapa kerugian dan informasi sementara juga tidak ada korban jiwa,” katanya.

Ia pun meminta warga agar tetap waspada dan mitigasi pengurangan risiko bencana. “Soalnya Pandeglang memiliki 12 potensi bencana seperti banjir, longsor, kekeringan termasuk pohon tumbang,” katanya.

Kasat Lantas Polres Pandeglang AKP Tesyar meminta para pengguna jalan agar tetap waspada dengan musibah pohon tumbang di sejumlah ruas jalan ketika turun hujan disertai angin kecang. “Minimal pengendara berhenti sejenak menunggu hujan dan angin reda agar terhindar dari celaka akibat pohon tumbang,” katanya.

Diketahui, sekira pukul 16.30 WIB lalu lintas di sejumlah ruas jalan sempat terganggu akibat pohon tumbang. Seperti di ruas Jalan Pandeglang-Labuan, tepatnya di Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Alun-alun Berkah Pandeglang, dan di Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang Ropiqoh mengatakan, peristiwa yang terjadi di Kabupaten Pandeglang bukan fenomena alam melainkan hal itu sudah sering terjadi ketika peralihan musim dari musim panas ke musim penghujan. “Bukan Mas itu kejadian biasa, sering kita kenal dengan Pancaroba,” ujarnya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon.

Kata dia, menurut analisis awal bahwa peristiwa angin kencang yang ada di Kabupaten Pandeglang diperkirakan kecepatan angin lebih dari 20 knot atau setara dengan 40 kilometer per jam. “Analisa sementara sih itu di atas 20 knot,” katanya.

Ia menjelaskan, potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir dengan durasi yang singkat akan terjadi di daerah lainnya yang ada di wilayah Provinsi Banten. Pasalnya, saat ini sudah masuk dalam pergantian musim. “Kalau durasinya saya belum bisa menganalisis peristiwa yang di Pandeglang. Namun untuk daerah lain, kita minta masyarakat tetap waspada,” tandasnya. (Herman-Adi/RBG)