Fatah Pimpin Forum Rektor PTN Wilayah Barat

0
2637
Ketua Forum Rektor BKS PTN Wilayah Barat Prof Fatah Sulaiman (kiri), Ketua Forum Rektor Indonesia Arif Satria dan Demisoner Ketua Forum Rektor BKS PTN Wilayah Barat Prof Ridwan Nurazi berada di Bukit Waruwangi, Kabupaten Serang, Minggu (27/2).

SERANG– Rektor Untirta Profesor Fatah Sulaiman terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Forum Rektor Badan Kerja Sama (BKS) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Wilayah Barat periode 2021-2023. Fatah terpilih dalam Rapat Tahun XLI tahun 2021 di Kampus Untirta Sindangsari, Kabupaten Serang, Sabtu (27/2).

Pemilihan Ketua Forum Rektor BKS PTN bersamaan dengan evaluasi Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Wilayah Barat Tahun 2020. Serta pembahasan Implementasi Program Pertukaran Mahasiswa Nusantara Sistem Alih Kredit yang sempat dipimpin oleh Profesor Ridwan Nurazi dari Universitas Bengkulu.

Diketahui, BKS PTN Wilayah Barat terdiri dari 36 perguruan tinggi di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

“Iya, kemarin (Sabtu-red) dalam rapat tahunan saya ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua BKS PTN Wilayah Barat oleh 36 PTN,” ujar Fatah kepada Radar Banten, Minggu (28/2).

Fatah mengaku memiliki tugas memperkuat konsolidasi PTN di wilayah Barat. Enam kelompok forum di bawahnya harus lebih fokus dan terarah. Yaitu, KKN-Bersama, Penjaminan Mutu, Pascasarjana, Wakil Rektor Bid. Akademik, Ketua LPPM, dan Wakil rektor bidang kerjasama.

“Tentu kita akan memperkuat konsolidasi yang ada di PTN baru yang bergabung. Tugas di antaranya menyukseskan beberapa kerja sama dalam konteks menyukseskan program Kampus Merdeka,” terangnya.

Kata Fatah, keuntungannya menjadi Ketua BKS PTN Wilayah Barat adalah Untirta dapat memperkuat jaringan.

“Tentu ini juga sebagai eksistensi Untirta di PTN. Dulu yang tak dilirik sekarang sudah diapresiasi,” kataya.

“Saya berharap, amanat dan kepercayaan dari seluruh PTN wilayah Barat bisa menunjukkan kiprah Untirta dampak positif ke depannya,” tambah Fatah.

Mantan Ketua Forum Rektor BKS PTN Wilayah Barat Ridwan Nurazi sebelumnya mengaku telah melakukan kerja sama dan sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) program pertukaran mahasiswa tanah air.

“Beberapa program studi sudah menjalankan program tersebut. Kami juga sudah membuat sistem yang tinggal dimanfaatkan dengan baik ke depannya,” katanya. (fdr/nda)