Atlet hoki Banten Banten pada kejurda yang dijadikan sebagai wadah pembentukan kerangka tim PON XX Papua 2020, di GGR, Ciceri, beberapa waktu lalu.

 

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Hoki Indonesia (FHI) Banten bergerak cepat untuk menyusun kekuatan jelang menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020. Salah satu langkah yang dilakukan Pengprov FHI Banten adalah dengan membentuk kerangka tim. Tim yang terbentuk itu nantinya akan menjalani training center (TC) jangka panjang yang digagas Pengprov FHI Banten.

Ketua Umum Pengprov FHI Banten Agus Wisas mengatakan, saat ini pihaknya telah mengantongi nama-nama atlet yang akan dipanggil menjalani TC sebagai kerangka tim PON XX Papua 2020.

“Yang sudah terjaring seleksi baru kategori indoor, kalau yang outdoor belum terbentuk. Yang indoor kami ambil dari hasil Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Hoki Indoor 2017. Sudah ada 24 atlet putra dan 24 atlet putri dari tim penjaringan saat Kejurprov 2017 lalu,” kata Agus kepada Radar Banten, Kamis (15/3).

Agus menambahkan, khusus kategori indoor, Pengprov FHI Banten memiliki tugas berat pada PON XX Papua 2020. Itu tidak lepas dari prestasi yang ditoreh tim indoor pada PON XIX Jawa Barat 2016 dengan meraih medali perunggu. “Bukan maksud mengenyampingkan kategori outdoor, tapi kategori indoor memiliki tugas yang sedikit lebih berat. Makanya, harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar minimal bisa mempertahankan prestasinya di PON XX nanti. Tapi, dalam waktu dekat kategori outdoor juga akan kami bentuk kerangka timnya,” imbuhnya.

Berbicara kualitas atlet yang terpilih, ia mengaku sangat mumpuni. Baik teknik, fisik, dan mental jauh lebih bagus ketimbang atlet yang tampil pada PON XIX Jawa Barat 2016. “Kalau bisa saya bilang, ini masa keemasan atlet potensial kita. Semoga bisa berprestasi di level nasional dan puncaknya terjadi pada PON XX Papua 2020,” tuturnya.

Salah satu pengurus Pengprov FHI Banten Pepep Mochammad Syafei menyatakan, atlet yang terpilih saat ini masih merupakan kerangka tim. Pihaknya akan menerapkan sistem promosi degradasi hingga terbentuk tim inti jelang PON XX Papua 2020 dilangsungkan.

“Ini belum final, kami akan pantau lagi saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 di Kabupaten Tangerang. Tahun 2019 baru kami putuskan siapa saja yang berhak membela Banten di Papua,” ucapnya.

Melihat komposisi atlet yang ada saat ini, ia optimistis tim hoki indoor mampu bersaing untuk meraih yang terbaik di Papua nanti. “Saya berani jamin. Kualitas saat ini dan ditunjang dengan pembinaan yang rutin, kita bisa ditakuti oleh tim kuat seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Papua. Kami sangat bersyukur adanya perogram Pelatda Jangka Panjang (PJP) KONI Banten sehingga kualitas atlet terus terjaga,” terangnya.

Bahkan, lanjut pria yang akrab disapa Pepep itu menilai, saat Pra-PON XX nanti, Banten bisa menembus final. “Itu tandanya kita bisa lolos ke PON XX dengan predikat minimal runner-up. Kesempatan kita untuk mendulang medali emas di Bumi Cenderawasih pun terbuka lebar,” pungkasnya. (Andre Ap/RBG)

 

BAGIKAN