Ferry Bermuatan 286 Penumpang Kandas

0
2.364 views

CILEGON – Kapal Ferry KMP Safira Nusantara yang membawa penumpang sebanyak 286 orang kandas di Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Minggu (20/12) pukul 23.50 WIB.

Penyebab kapal milik PT Jembatan Nusantara itu kandas karena lampu pada bouy merah tidak terlihat secara visual. Cuaca buruk disebut menjadi faktor lain yang membuat kapal kandas.

Pukul 03.20 telah dilakukan tindakan awal pasang tali untuk dilakukan penarikan oleh tug boat Tirtayasa I dan tug boat Tirtayasa III. Selanjutnya, pukul 04.25 karena tidak berhasil dan air mulai surut maka penarikan dihentikan dan lepas tali.

Pada Senin (21/12), kapal kemudian ditarik menggunakan kapal tug boat Tirtayasa I dan tug boat Tirtayasa III, selanjutnya kapal berhasil sandar di Dermaga V Pelabuhan Merak.

Kepala PT Jembatan Nusantara Cabang Merak Anto Mei menjelaskan, masih mencari detail penyebab kapal yang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni tersebut.”Kapal kita ngapung, perjalanan dari Bakau (Bakauheni-red) 20.50 WIB, sampai sini ngapung-ngapung menunggu sandar. Dermaga IV ready, kapal mungkin terlalu mepet dengan buoy, nyangkut di situ,” ujarnya.

Menurutnya, pada minggu malam, pihaknya sudah berupaya untuk mengevakuasi kapal namun, karena kondisi cuaca tidak baik dan air sedang surut maka upaya itu gagal. “Pukul 09.15 alhamdulillah lolos, kemudian kapal digiring ke Dermaga V,” ujarnya.

Kata dia, sudah berkoordinasi dengan semua pihak, pemeriksaan kapal sudah dilakukan hasilnya kapal dan penumpang pun aman. Selama kandas, pihak manajemen telah memberikan makan dan sarapan pagi untuk penumpang yang berada di kapal.

“Kita nunggu sampai jam 09.00, kalau gagal baru kita evakuasi, karena ini penumpang di kendaraan semua, gak ada yang pejalan kaki,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang Tarjono mengatakan, berdasarkan data yang telah dihimpun faktor cuaca bukanlah penyebab utama kandasnya kapal. Berdasarkan data AWS Merak pada 20 Desember pukul 23.00-24.00 WIB cuaca hujan ringan dengan kecepatan angin maksimum 7,8 m/s atau 15 knot. “Bukan faktor cuaca. Kondisi cuaca hujan ringan,” katanya.

Selanjutnya, Tarjono mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca wilayah jalur penyeberangan Merak-Bakauheni pada 20 Desember pukul 19.00 WIB- 21 Desember 2020 pukul 19.00 WIB kondisi cuaca hujan ringan, kecepatan angin 1-20 knot/2-40 kilometer/jam. “Kategori gelombang rendah berkisar 0,5-1,25 meter,” terangnya. 

Kemudian, berdasarkan analisis pola angin pada 20 Desember 2020 pukul 19.00 WIB kecepatan angin 1-20 knots/2-40 km/jam dari arah barat daya. “Berdasarkan analisis model gelombang kategori rendah 0,5-1 meter,” katanya.

Lebih lanjut, Tarjono mengungkapkan, Stasiun BMKG Serang setiap hari memberikan informasi prakiraan cuaca dan gelombang laut di wilayah Banten termasuk di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni. Langkah ini dilakukan sebagai peringatan dini dan menjaga keamanan masyarakat. (bam-fdr/alt)