Festival Bandrong: 15 Ribu Pendekar Bandrong Dikerahkan

0
998 views
Walikota Serang Syafrudin (kiri) bersama pengurus bandrong melakukan ziarah ke makam Sultan Maulana Hasanuddin, di Banten Lama, Jumat (20/12). Ziarah sebagai rangkaian Festival Bandrong di Alun-alun Kota Serang, Minggu (22/12).

SERANG – Sekira 15 ribu pendekar bandrong bakal dikerahkan. Mengenakan seragam serbahitam mereka akan meramaikan Festival Bandrong yang dipusatkan di Alun-alun Kota Serang, Minggu (22/12).

Tidak hanya dari Banten, pendekar juga datang dari luar Banten. Informasinya ada sebanyak 16 provinsi yang ikut serta. Di antaranya, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi, Kalimantan, dan Manado.

Festival akan dimulai dengan bazar yang menyajikan atribut bandrong. Mulai dari seragam, pernak-pernik sampai perlengkapan. Dilanjut dengan doa bersama di Masjid Ats Tsauroh. Lalu, parade dari masjid menuju Alun-alun untuk melakukan kolosal bandrong yang dimainkan seribu pendekar.

Sebelum rangkaian festival, Ketua Umum DPP Bandrong Syafrudin bersama pengurusnya melakukan ziarah ke leluhur bandrong. Ziarah dimulai dari Ki Beji, Ki Wasyid, dan Sultan Hasanuddin di kompleks pemakaman Banten Lama.

“Hari ini (kemarin) kita napak tilas sebagai rangkaian festival bandrong, meminta doa restu untuk pergelaran festival bandrong. Apalagi, bandrong juga berawal dari Kesultanan Banten,” kata Syafrudin usai ziarah dan salat Jumat di Masjid Agung Banten Lama, Jumat (20/12).

Menurutnya, bandrong bukan saja ilmu bela diri, akan tetapi warisan budaya yang mesti dilestarikan. Karenanya, festival tersebut dilaksanakan untuk menyampaikan pesan pentingnya merawat kebudayaan yang ada di Kota Serang. “Harapannya masyarakat lebih cinta dan mau terlibat untuk menjaga dan melestarikan budaya. Karena bandrong ini juga warisan leluhur kita,” ujar Walikota Serang ini.

Majelis Tinggi DPP Bandrong Pusat KH Mansyur Muyidin yang ikut serta dalam acara napak tilas tersebut mengatakan, lambang perguruan pencak silat bandong diambil dari moncong ikan.

Lambang tersebut mengartikan loncat dari kapal ke kapal. “Dulu sejarahnya, Teluk Banten pernah terjadi peperangan hebat. Antara pendekar dan bajak laut. Nah, pendekar itu melawan bajak laut, loncat dari satu kapal ke kapal lainnya. Dan pasukan tempur Sultan Banten itu dulu dijuluki bandrong,” katanya.

Ketua Panitia Festival Bandrong Sanwani mengatakan, persiapan sudah 95 persen. “Kita siap menghitamkan Kota Serang karena kita perkirakan ada 15 sampai 20 ribu pendekar dari 16 provinsi se-Indonesia,” katanya.

Menurutnya festival sebagai gelaran yang menampilkan bandrong sebagai silat untuk bela diri sekaligus budaya Banten. “Makanya sebelum ke Alun-alun, kita doa bersama di Masjid Agung At-Tsauroh dan salat berjamaah. Setelah itu, parade menuju pendopo dan festival di Alun-alun,” katanya.

Rangkaian napak tilas, lanjut Sanwani, sebagai penghormatan kepada leluhur bandrong. Sementara saat di Alun-alun akan diisi kolosal yang oleh Sanwani disebut pasukan siap tarung. “Itu sekitar seribu pendekar yang tampil secara serentak,” katanya. (ken/air/ags)