Festival Maulid, Langkah Inovasi Pemkot Cilegon Pertahankan Budaya Islam

0
1.018 views

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon mempunyai ramuan khusus untuk mempertahankan budaya Islam di kota baja tersebut. Bahkan Pemkot Cilegon mengklaim ramuannya tersebut merupakan suatu langkah inovasi dalam mempertahankan budaya Islam ditengah gencaran budaya modern kebarat-baratan.

Festival Maulid lah yang disebut-sebut oleh Pemkot Cilegon sebagai sebuah langkah inovasi tersebut. Dengan kemasan yang meriah dan dicampur dengan unsur kekinian, Pemkot Cilegon merasa yakin bisa membuat peringatan maulid nabi yang merupakan salah satu budaya Islam di Cilegon akan terus ada.

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW 1438 H atau tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon kembali menggelar Festival Maulid Nabi yang diisi dengan berbagai macam lomba bernuansa Islami, seperti lomba panjang Mulud, lomba dzikir, lomba qasidah dan lomba marawis.

Festival tahunan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Rabu (07/12).

Iman dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dari usaha Pemerintah Kota Cilegon untuk mempertahankan tradisi keislaman di Kota Cilegon.

“Sehingga generasi anak muda saat ini tidak melupakan tradisi keislaman dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Cilegon,” jelasnya.

Menurut Iman, generasi muda saat ini sudah tergerus oleh kemodernan, perlu inovasi dan kerja keras dari Pemerintah Kota Cilegon untuk mengenalkan budaya keislaman yang merupakan tradisi di Kota Cilegon dan salah satunya melalui festival maulid ini.

“Kedepan nanti, saya minta kreativitas dan inovasi dalam mengadakan festival maulid ini terus ditingkatkan, kedepan bisa dikemas lagi lebih kreatif, lebih inovatif, sehingga kegiatan festival maulid ini lebih meningkat dari tahun ke tahun dan dapat menjangkau seluruh lapisan Masyarakat, sehingga tantangan generasi muda kita saat ini yang sudah tergerus oleh kemodernan dunia bisa diimbangkan dengan tradisi keislaman di Kota Cilegon,” katanya.

Mengenai Kota Cilegon yang menjadi daerah industri, perdagangan dan jasa, Iman berharap Kota Cilegon tidak melepas nilai-nilai keislaman yang ada . “Kota Cilegon merupakan daerah industri, perdagangan dan jasa, tetapi saya berharap nilai-nilai keislaman masyarakat Cilegon yang religius itu tidak luntur, tidak ditelan oleh kemajuan industri, perdagangan dan jasa, semangat mempertahankan nilai-nilai keislaman harus dilakukan oleh Masyarakat Kota Cilegon, tidak hanya mempertahankan tapi juga harus bisa mengembangkan kedepannya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Cilegon, Buchari menjelaskan kegiatan ini dilakukan untuk menggali potensi nilai-nilai dan budaya Masyarakat Kota CIlegon.

“Potensi nilai-nilai budaya Masyarakat Kota Cilegon, sesungguhnya sangat beragam dan memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain, dalam rangka melestarikan dan mengembangkan budaya daerah tersebut, termasuk didalamnya seni budaya islam agar tetap terjaga dan terlestarikan, untuk itu kami secara rutin menggelar kegiatan festival maulid Nabi Muhammad SAW ini,” pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Walikota Cilegon, Unsur Forkopimda, Pejabat Esselon II, III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, perwakilan Kemenag Kota Cilegon, Pimpinan Perusahaan BUMN, BUMD, dan BUMS di Kota Cilegon. (Riko)