Fitria Diana Bekerja sebagai PRT di Jakarta

BREBES – Rumah Fitria Diana (20), di RT 07 RW 02 Dusun Sitanggal 1 Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, yang diduga terlibat peristiwa penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mendadak dikerumuni warga, Kamis (10/10). Rumah itu dipenuhi warga yang merupakan tetangga orangtua Fitri.

Fitria Diana

Petugas kepolisian dari Polres Brebes melakukan penjagaan dan memintai keterangan dari keluarga yang diduga pelaku tersebut. Rumah orangtua Fitri oleh petugas dipasangi garis polisi. Selain petugas kepolisian, tak ada orang yang diperbolehkan memasuki rumah orangtua Fitri yang bernama Sunarto dan Carti. Keluarga yang diduga pelaku itu belum bisa dimintai keterangan oleh awak media.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan rumah pelaku. Dari penggeledahan itu, sebanyak 6 anak panah, satu busur dan satu dus buku bacaan diamankan petugas kepolisian. Hingga Rabu (10/10) petang, petugas kepolisian masih melakukan penjagaan rumah orangtua pelaku. Rumah pelaku masih ditutup rapat dengan penghuni rumah berada di dalam.

Perangkat Desa Sitanggal, Wartono mengatakan, Fitria Diana merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Sunarto dan Carti. Fitri bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di daerah Jakarta. Perempuan kelahiran Brebes, 3 Mei 1999 ini berdasarkan informasi dari kerabat pelaku merupakan lulusan SD yang kemudian bekerja di Jakarta.

“Waktu bulan puasa kemarin pulang dari Jakarta. Kemudian kira-kira satu bulan di rumah. Setelah lebaran lebih dari satu bulan dia (Fitri) berangkat lagi ke Jakarta,” kata Wartono dikutip dari radartegal.com.

Kerabat atau Bibi dari Fitri, Rahayu, sebelum bekerja di Jakarta, Fitri berpenampilan tomboy. Namun, setelah pulang dari Jakarta, penampilan Fitri berubah berjilbab serta memakai cadar dan sering berlatih panah di dalam rumahnya.

Diketahui Fitri kerapkali membaca buku jika pulang dari Jakarta. Saat kepulangan terakhir di kampungnya, Fitri hingga kini tidak lagi berkomunikasi dengan keluarga.

“Setelah pulang terus berangkat lagi dan sudah sebulan sudah tidak komunikasi lagi sama keluarga,” pungkasnya.

Hingga kini petugas kepolisian belum memberi keterangan resmi. (fid/zul)