Atlet FORKI Banten yang akan ikut Kejurnas Panglima TNI.

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Banten dalam waktu dekat bersiap menuju Cilangkap, Jakarta Timur untuk mengikuti Kejuraan Nasional (Kejurnas) Panglima TNI ke-6 di Gedung Olahraga Ahmad Yani, Mabes TNI.

Sebanyak 32 atlet akan diboyong menuju kompetisi bergengsi yang dilaksanakan pada pada 21-23 September 2018 tersebut. FORKI Banten mengusung target untuk memperbaiki raihan prestasi saat Kejuraan Nasional (Kejurnas) Panglima TNI ke-5 2017 lalu.

Ketua II Pengprov FORKI Banten Joe Manaloe mengatakan, FORKI Banten mengatakan sedikitnya tiga medali emas yang jadi incaran untuk diraih kontingen Banten. Sebab, selama beberapa tahun terakhir mengikuti kejurnas tersebut Banten selalu memeroleh raihan dua emas.

“Tahun 2015 kami dapat dua medali emas, dua perak, satu perunggu, 2016 dapat dua emas, satu perak, satu perunggu, 2017 dapat dua emas, satu perak, dan empat perunggu. Kami optimislah lebih dari dua emas nanti,” ujar Joe saat dihubungi Radar Banten melalui telepon selular, Kamis (30/8).

Ia meyakinkan jika ke-32 atlet yang akan dipersiapkan ke Kejurnas Panglima TNI merupakan hasil seleksi ketat. Mereka dipilih berdasarkan bakat terbaik dari 78 atlet yang ada di Provinsi Banten. “Seluruh Banten ikut seleksi ada 78 diambil 32 orang untuk mengikuti Kejurnas Panglima TNI,” ucapnya.

Ia menegaskan 32 atlet yang akan dikirim ke kejurnas merupakan tim inti dan tidak mengalami perubahan. Mereka akan mengikuti tiga kelas yang diperlombakan mulai kelas kadet, junior, dan U-21 (di bawah usia 21 tahun). “Mereka sudah masuk tim inti. Usia mereka dari 14 tahun sampai 21 tahun, ada tiga kelas,” katanya.

Ia menjelaskan, 32 atlet yang dipersiapkan tersebut hasil penggemblengan pemusatan latihan daerah (pelatda) selama tiga bulan. Saat ini mereka masih mengikuti program latihan guna persiapan berkompetisi di kejurnas. “Sebelum berangkat kami sentralisasi rencananya di Kopassus, kalau tidak di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Ia menuturkan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, Sulawesi Selatan (Sulsel) dianggap sebagai lawan terberat. Sebab, daerah tersebut sudah sangat fokus dalam pembinaan atlet berjenjang sehingga patut diwaspadai. “Kalau DKI kami sudah tidak takut, Sumatera Utara juga karena sudah pernah dikalahkan. Yang diwaspadai itu, Sulawesi Selatan, mereka sudah punya program pematangan atlet dari sekolah sampai kuliah,” ucapnya. (rbs/ibm/ags)