Form C-1 di PPS Hilang, Input Situng Lambat

Perolehan suara TPS 37 Kelurahan Telagabiru, Banjarmasin, terpaksa dihitung ulang. Untuk memastikan tak ada penghitungan ganda, kemarin (23/4). FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

SERANG – Seminggu pasca pencoblosan Pemilu 2019, proses input data form C-1 ke dalam sistem penghitungan (Situng) masih berjalan lambat. Publikasi form C-1 pada panitia pemungutan suara (PPS) di Kota Serang juga ada yang hilang.

Komisioner KPU Kota Serang Fierly MM membenarkannya. Sesuai tahapan input data hasil pilpres yang didahulukan. “Proses hasil entri sudah 76 persen, tapi yang tersampaikan ke publik baru enam persen,” katanya di Kantor KPU Kota Serang, Selasa (23/4).

Dia berdalih, kecilnya persentase input karena setelah data dientri harus dilakukan proses verifikasi. Jaringan yang lambat juga menjadi kendala pihaknya melakukan input. “Kesulitannya setelah entri tidak serta merta nge-link ke info pemilu. Kan itu se-Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, sesuai Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2019, pasal 61 menyebutkan, KPPS mengumumkan salinan formulir Model C-KPU, Model C1-PPWP, Model C1-DPR, Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi, dan Model C1-DPRD Kab/Kota di lingkungan TPS yang mudah diakses oleh publik selama tujuh hari.

Namun publikasi C-1 pada setiap TPS sebagaimana aturan tersebut jarang ditemukan. Menanggapi ini, Fierly mengaku, masing-masing TPS sudah menempelkannya. Hanya saja, ada beberapa orang yang mengambil form tersebut. “Kita sudah publikasi di PPS, sudah dipasang dan itu hilang,” kilahnya.

Fierly tidak merinci di mana saja hilangnya form C-1 yang sudah dipublikasikan di PPS. “C-1 memang banyak diburu orang. Itu karena tidak semua parpol mengirim saksi saat pencoblosan dan penghitungan. Makanya mereka tidak semua memiliki,” ujarnya.

Saat ini proses pleno di PPK masih berjalan. Kata Fierly rekap di PPK sampai hari keempat sudah sebanyak 604 TPS atau 33 persen dari total TPS di Kota Serang. “Sesuai tahapan, paling lambat 4 Mei. Jadi kami imbau seluruh masyarakat dan para caleg menunggu hasil resmi rapat pleno di KPU. Rekap manual masih berjalan,” katanya.

Sementara itu, di Kota Cilegon unggah form C-1 ke aplikasi Situng sempat mengalami kendala buffering. Namun, hingga kemarin sore KPU Kota Cilegon sudah mencapai 90 persen dari total 1.214 TPS. Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi mengungkapkan, unggah C-1 ke aplikasi Situng tinggal menyisakan sekira 100 C-1. Jika tidak terkendala, dalam waktu satu dua hari ke depan proses unggah C-1 bisa rampung. “Tinggal 100 an TPS lagi. Satu dua hari ini kalau tak ada kendala bisa beres. Ya buffering kan sedang banyak yang akses,” katanya.

Irfan mengaku hasil unggah C-1 sebelum tayang di website resmi KPU terlebih dahulu mendapat verifikasi oleh operator aplikasi Situng. Sehingga, hasil unggah C-1 dari Kota Cilegon belum tayang di website resmi KPU RI. “Diposting sudah, kayaknya KPU belum menaikkan di website. Itu untuk semua tingkatan capres dan cawapres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kota,” terangnya.

Lebih lanjut Irfan menjeleskan, kini proses rekapitulasi secara manual dilakukan di tingkat PPK. Jika tidak ada kendala rekapitulasi diperkirakan selesai satu hingga dua hari ke depan. “Range pleno diberikan waktu 17 hari. Untuk mengantisipasi keterlambatan kita menggunakan panel disesuaikan dengan jumlah petugas dan TPS di PPK,” pungkasnya. (ken-fdr/air)